SULTRA - Pariwisata kuliner di Kabupaten Konawe menghadirkan salah satu ikon yang telah dikenal masyarakat Sulawesi Tenggara, yakni kawasan Penjual Jagung Rebus (PJR) di Desa Amesiu, Kecamatan Pondidaha. Deretan lapak yang menjajakan jagung rebus hangat di tepi jalan ini telah berkembang menjadi destinasi kuliner yang selalu ramai dikunjungi wisatawan maupun pengendara yang melintas di jalur Kendari-Unaaha.
Pengunjung dapat menikmati jagung rebus yang baru diangkat dari panci sambil menikmati udara pedesaan dan panorama hijau khas Konawe.
Baca juga: Kelapa, Kakao hingga Cengkih, Mengenal Komoditas Perkebunan Unggulan Konawe Raya
Wisata Kuliner yang Sudah Melekat dengan Nama Konawe
Bagi masyarakat Sulawesi Tenggara, singgah di PJR sudah menjadi tradisi ketika bepergian menuju atau dari Kabupaten Konawe. Bahkan, kawasan ini telah menjadi salah satu identitas kuliner daerah yang dikenal luas.
Popularitas PJR tidak muncul begitu saja. Aktivitas berjualan jagung rebus di Desa Amesiu telah berlangsung selama bertahun-tahun dan bahkan menjadi objek penelitian akademik mengenai strategi pedagang dalam mempertahankan usahanya. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan PJR bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga telah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat setempat.
Baca juga: Berburu Kuliner Hidden Gem di Kendari, Rasanya Bintang Lima Harga Kaki Lima!
Sensasi Menikmati Jagung Rebus di Tengah Hamparan Sawah
Daya tarik utama PJR tentu saja terletak pada jagung rebusnya. Jagung yang digunakan umumnya berasal dari hasil panen petani lokal sehingga memiliki cita rasa manis alami dengan tekstur yang lembut.
Jagung disajikan dalam keadaan hangat tanpa banyak tambahan bumbu. Jagung rebus disajikan bersama garam dan jeruk nipis. Penjual jagung juga biasanya menjual makanan lain serta minuman. Kesederhanaan penyajian tersebut justru membuat rasa asli jagung lebih terasa.
Suasana pedesaan menjadi pelengkap pengalaman kuliner. Hamparan persawahan yang membentang di sekitar kawasan memberikan pemandangan yang menenangkan, terutama saat sore hari.
Mengapa PJR Selalu Ramai Dikunjungi?
Lokasi PJR yang berada di jalur utama membuat kawasan ini mudah dijangkau. Banyak wisatawan maupun pengendara menjadikan tempat ini sebagai lokasi beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kendari, Unaaha, maupun daerah lain di Sulawesi Tenggara.
Selain harga yang relatif terjangkau, suasana yang nyaman juga menjadi alasan pengunjung betah berlama-lama. Tidak sedikit keluarga yang sengaja datang hanya untuk menikmati jagung rebus sambil bercengkerama dengan latar pemandangan persawahan.
Keberadaan kawasan ini juga sejalan dengan potensi Kabupaten Konawe sebagai daerah agraris yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi jagung di Sulawesi Tenggara. Pemerintah daerah bahkan terus mendorong pengembangan komoditas jagung sebagai bagian dari penguatan sektor pertanian daerah.
Waktu Terbaik Berkunjung ke PJR Konawe
PJR dapat dikunjungi hampir setiap hari, namun waktu yang paling banyak dipilih wisatawan adalah sore hingga menjelang matahari terbenam. Udara terasa lebih sejuk, sementara hamparan sawah menghadirkan panorama yang semakin indah ketika diterpa cahaya keemasan.
Musim panen juga menjadi momen menarik karena suasana pedesaan terlihat lebih hidup. Pengunjung dapat menyaksikan aktivitas pertanian masyarakat sambil menikmati kuliner khas yang telah menjadi ikon kawasan tersebut.
Tips Menikmati Wisata Kuliner PJR
Agar pengalaman berkunjung semakin menyenangkan, datanglah pada sore hari ketika cuaca tidak terlalu panas. Nikmati jagung bersama garam dan jeruk nipis dan pilih jenis jagung putih dan kuning.
Jika berkunjung bersama keluarga atau teman, luangkan waktu untuk menikmati suasana sekitar, bukan sekadar membeli jagung lalu melanjutkan perjalanan. Membawa kamera atau ponsel dengan baterai penuh juga menjadi pilihan tepat karena kawasan persawahan di sekitar PJR menawarkan banyak sudut foto yang menarik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Dan Pengalaman Langsung