Jejak Basrin Melamba, Tokoh Budaya dari Sulawesi Tenggara yang Gigih Merawat Sejarah dan Tradisi Tolaki
SULTRA - Salah satu nama tokoh budaya di Sulawesi Tenggara yang memiliki kontribusi besar adalah Basrin Melamba, sejarawan sekaligus budayawan asal Sulawesi Tenggara yang banyak menulis mengenai sejarah, adat, dan budaya masyarakat Tolaki. Melalui berbagai buku dan penelitian, ia berperan penting dalam mendokumentasikan warisan budaya lokal agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.
Baca juga: Ada Berapa Suku di Sulawesi Tenggara?
Mengenal Profil Sosok Tokoh Budaya Kebanggaan Sulawesi Tenggara
Basrin Melamba dikenal sebagai sejarawan, penulis, sekaligus budayawan yang berasal dari Sulawesi Tenggara. Namanya cukup dikenal di kalangan akademisi maupun pemerhati budaya karena konsisten mengangkat sejarah dan kebudayaan lokal, khususnya masyarakat Tolaki.
Baca juga: Dua Warisan Budaya Buton Selatan Ditetapkan Sebagai WBTb Indonesia 2025
Berbagai tulisannya menjadi rujukan dalam memahami perjalanan sejarah Sulawesi Tenggara. Tidak hanya menyoroti aspek sejarah politik, Basrin Melamba juga mengkaji nilai-nilai adat, struktur sosial, hingga perkembangan budaya masyarakat di berbagai wilayah.
Aktivitasnya sebagai penulis dan peneliti menjadikan dirinya salah satu figur penting dalam upaya pelestarian budaya daerah melalui jalur akademik.
Perjalanan Karya dan Dedikasi dalam Melestarikan Kesenian Lokal
Kontribusi terbesar Basrin Melamba terletak pada dokumentasi sejarah dan budaya Sulawesi Tenggara.
Ia telah menghasilkan berbagai buku dan tulisan yang membahas sejarah masyarakat Tolaki, perkembangan kerajaan-kerajaan di Sulawesi Tenggara, hingga nilai-nilai adat yang masih dipraktikkan masyarakat.
Beberapa buku yang pernah ditulis maupun disusunnya antara lain:
- Sejarah Tolaki di Konawe (2011).
- Arsitektur Tradisional Suku Tolaki di Sulawesi Tenggara (2011).
- Kota Lama Kota Baru Kendari: Kajian Sejarah Sosial, Politik, dan Ekonomi (2011).
- Kota Pelabuhan Kolaka di Teluk Bone 1906–1942: Kajian Sejarah Sosial Ekonomi (2011).
-
Peradaban Mekongga Kolaka: Sejarah Sosial, Politik, dan Ekonomi (2012).
- Sara Mberapu Suku Tolaki: Khasanah Budaya Tolaki (2023).
- Merawat Keberagaman Budaya di Sulawesi Tenggara (2023), sebagai salah satu penulis.
- Muatan Lokal Sosial, Budaya, dan Lingkungan Lokal Sulawesi Tenggara (2025).
Karya-karyanya tidak hanya dimanfaatkan oleh kalangan peneliti, tetapi juga menjadi referensi bagi mahasiswa, guru, hingga pemerintah daerah dalam memahami identitas budaya Sulawesi Tenggara.
Penghargaan dan Warisan Karya Budaya yang Ditinggalkan
Warisan terbesar Basrin Melamba bukan hanya berupa buku, tetapi juga dokumentasi sejarah yang membantu menjaga ingatan kolektif masyarakat Sulawesi Tenggara.
Melalui berbagai penelitian yang dilakukan selama bertahun-tahun, banyak informasi mengenai budaya Tolaki, Wawonii, dan wilayah lain di Sulawesi Tenggara berhasil terdokumentasikan secara sistematis.
Meski tidak banyak publikasi yang mencatat penghargaan nasional yang diterimanya, kiprah Basrin Melamba menunjukkan pengakuan yang kuat di bidang kebudayaan dan sejarah Sulawesi Tenggara.
Ia dipercaya sebagai Ketua Umum Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sejarah dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara (LPPSK), aktif sebagai dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo, serta beberapa kali menjadi juri sayembara desain tenun dan batik khas Kabupaten Kolaka Timur karena kompetensinya di bidang sejarah dan budaya daerah. Selain itu, ia juga terlibat sebagai penyunting dan reviewer berbagai publikasi ilmiah di bidang sejarah dan kebudayaan.
Pesan Moral dan Pentingnya Meneladani Semangat Sang Budayawan
Kiprah Basrin Melamba menunjukkan bahwa melestarikan budaya tidak selalu dilakukan melalui pertunjukan seni atau festival budaya. Menulis, meneliti, dan mendokumentasikan sejarah juga merupakan bentuk pelestarian yang memiliki dampak jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis