Makam Sangia Nibandera. (Z Creators/ Taufiq Hippy) (Mufida)
SULTRA - Situs sejarah di Kolaka menjadi saksi perjalanan panjang wilayah pesisir barat Sulawesi Tenggara, mulai dari masa kerajaan tradisional hingga perkembangan masyarakat modern. Beberapa situs yang masih dapat ditemukan hingga kini antara lain Kompleks Makam Raja Mekongga, Makam Sangia Nibandera, Benteng Kerajaan Mekongga, serta sejumlah lokasi yang berkaitan dengan sejarah Kerajaan Mekongga. Keberadaan situs-situs tersebut menjadikan Kolaka tidak hanya dikenal sebagai daerah pertambangan dan pesisir, tetapi juga wilayah yang memiliki warisan sejarah penting di Sulawesi Tenggara.
Di balik perkembangan Kota Kolaka sebagai pusat ekonomi dan perdagangan, tersimpan berbagai peninggalan yang merekam perjalanan masyarakat Mekongga selama berabad-abad. Sebagian situs masih terawat dan menjadi tujuan wisata sejarah, sementara sebagian lainnya mulai jarang diketahui generasi muda.
Baca juga: Tempat Sunset Terbaik di Kolaka Ini Diam-diam Jadi Favorit Warga Lokal
Salah satu situs sejarah yang paling dikenal di Kolaka adalah Kompleks Makam Raja Mekongga. Makam ini menjadi tempat peristirahatan sejumlah tokoh penting yang pernah memimpin Kerajaan Mekongga, kerajaan yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah Kolaka dan wilayah sekitarnya.
Lokasi ini menjadi tempat untuk refleksi nilai sejarah dan juga nilai budaya karena berkaitan dengan asal-usul pemerintahan tradisional Mekongga. Arsitektur makam yang sederhana menunjukkan karakter peninggalan kerajaan lokal yang berbeda dengan kompleks makam kerajaan besar di Jawa atau Sumatra.
Hingga kini, makam tersebut masih sering dikunjungi masyarakat, terutama pada momen-momen tertentu yang berkaitan dengan tradisi budaya.
Baca juga: Pantai Tamborasi, Ikon Wisata Populer di Kolaka
Ketika membahas sejarah Kolaka, nama Sangia Nibandera hampir selalu muncul. Tokoh ini dikenal sebagai salah satu figur penting dalam sejarah dan budaya masyarakat Mekongga. Makamnya menjadi salah satu situs sejarah yang masih dihormati hingga sekarang.
Di kalangan masyarakat Kolaka, Sangia Nibandera tidak hanya dipandang sebagai tokoh sejarah, tetapi juga bagian dari identitas budaya daerah. Makam tersebut sering menjadi tujuan kunjungan masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat sejarah lokal.
Sebelum era modern, kerajaan-kerajaan di Sulawesi membangun sistem pertahanan untuk melindungi wilayah kekuasaan mereka. Di Kolaka, terdapat sejumlah lokasi yang diyakini berkaitan dengan benteng atau kawasan pertahanan Kerajaan Mekongga.
Meski sebagian struktur fisiknya tidak lagi utuh, kawasan tersebut tetap memiliki nilai sejarah karena menunjukkan bagaimana masyarakat masa lalu menjaga wilayahnya dari ancaman luar. Benteng menjadi bukti bahwa Kerajaan Mekongga pernah memainkan peran penting dalam dinamika politik dan perdagangan di kawasan Sulawesi Tenggara.
Kerajaan Mekongga merupakan salah satu kerajaan tradisional yang paling berpengaruh dalam sejarah Kolaka. Berbagai peninggalan kerajaan masih tersimpan dalam bentuk:
Meski tidak semuanya dapat dilihat secara fisik, warisan tersebut masih hidup dalam kehidupan sosial masyarakat Kolaka hingga sekarang.
Selain situs terbuka, sejumlah koleksi sejarah daerah juga tersimpan di fasilitas pemerintah dan lembaga budaya. Dokumen, foto, hingga artefak yang berkaitan dengan sejarah Kolaka menjadi sumber informasi penting bagi peneliti maupun wisatawan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis