Kamis, 25 JUNI 2026 • 15:28 WIB

Pekandeana Ana-ana Maelu, Tradisi Buton Menebar Kasih untuk Anak Yatim

Author

Tradisi Pekandeana Ana-ana Maelu. )(baubaukota.go.id)

SULTRA - Tradisi Pekandeana Ana-ana Maelu kembali digelar masyarakat Kota Baubau dalam rangka memperingati 10 Muharram 1448 Hijriah atau Hari Asyura. Tradisi turun-temurun masyarakat Buton yang berarti menyuapi atau memberi makan anak-anak yatim tersebut berlangsung di Masjid Raya Jamiatus Sholihin, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Baubau ini bukan sekadar prosesi memberi makan, tetapi menjadi simbol kasih sayang, penghormatan, dan kepedulian masyarakat terhadap anak-anak yatim.

Baca juga: Pemprov Sultra Lelang 27 Kendaraan Dinas, Senilai Rp267 Juta

Pekandeana Ana-ana Maelu juga menjadi pengingat bahwa tumbuh kembang dan masa depan anak-anak merupakan tanggung jawab bersama. Melalui tradisi ini, masyarakat diajak untuk memperkuat rasa kebersamaan serta saling membantu, khususnya kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

Tradisi tersebut semakin bermakna karena dilaksanakan bertepatan dengan Hari Asyura, yang mengajarkan nilai syukur, kesabaran, keteguhan iman, dan kepedulian sosial kepada sesama.

Asisten Administrasi Umum Setda Kota Baubau, Sitti Munawar, yang hadir mewakili Pemerintah Kota Baubau, mengatakan Pekandeana Ana-ana Maelu memiliki nilai penting dalam menjaga warisan keagamaan sekaligus memperkuat kehidupan sosial masyarakat.

“Tradisi ini merupakan ikhtiar bersama untuk menjaga nilai-nilai keagamaan yang diwariskan para pendahulu, sekaligus memperkuat kepedulian sosial yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Baubau,” ujar Sitti Munawar.

Baca juga: Akses Informasi Demokrasi Secara Transparan Melalui PPID KPU Provinsi Sulawesi Tenggara

Di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, pelestarian tradisi ini dinilai penting untuk menanamkan pendidikan karakter, memperkuat ketahanan keluarga, serta menjaga nilai budaya lokal agar tetap dikenal oleh generasi muda.

Melalui Pekandeana Ana-ana Maelu, semangat Asyura tidak hanya diperingati melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk kasih sayang, kebersamaan, dan kepedulian terhadap generasi penerus.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Baubaukota.go.id

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU