Ilustrasi nobar piala dunia. (Magnific) (Mufida)
SULTRA - Demam sepak bola kembali menyelimuti dunia menjelang Piala Dunia FIFA 2026. Untuk mendukung euforia tersebut, program nobar Piala Dunia Pemkot Kendari resmi digelar dengan mengajak masyarakat, pelaku usaha, organisasi, hingga komunitas menyelenggarakan kegiatan nonton bareng (nobar) secara tertib, aman, dan kondusif. Pemerintah Kota Kendari juga menerbitkan sejumlah imbauan dan mekanisme pendaftaran agar pelaksanaan nobar berjalan lancar tanpa mengganggu ketertiban umum.
Program ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menikmati pertandingan Piala Dunia bersama-sama sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi lokal, terutama bagi pelaku UMKM kuliner yang terlibat dalam penyelenggaraan nobar.
Baca juga: Begadang Bola Makin Seru! Ini Daftar Cafe Untuk Nobar Piala Dunia 2026 di Kendari
Melalui poster sosialisasi yang beredar, Pemerintah Kota Kendari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menyemarakkan penyelenggaraan Nonton Bareng Piala Dunia FIFA 2026.
Program ini ditujukan kepada berbagai kalangan, di antaranya:
Selain menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola dunia bersama, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan semangat persatuan serta menggerakkan perekonomian masyarakat.
Baca juga: UMKM Kendari Bisa Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Hak Siar Gratis dari TVRI
Bagi masyarakat atau pelaku usaha yang ingin menjadi penyelenggara nobar, pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi Bola Gembira.
Calon penyelenggara cukup melakukan registrasi melalui tautan yang tersedia pada aplikasi atau dengan memindai QR Code yang telah disediakan dalam materi sosialisasi.
Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat mendata lokasi penyelenggaraan nobar sekaligus melakukan koordinasi pengamanan selama kegiatan berlangsung.
Pemerintah Kota Kendari menerbitkan beberapa poin penting yang wajib diperhatikan seluruh penyelenggara kegiatan nonton bareng.
Penyelenggara diimbau menyediakan tempat yang layak, termasuk pengaturan area penonton, fasilitas pendukung, hingga ruang bagi pelaku UMKM apabila memungkinkan.
Selain itu, penyelenggara juga diminta menjaga kebersihan lokasi sebelum maupun setelah acara selesai.
Pelaksanaan nobar di ruang publik harus dikoordinasikan dengan pemerintah wilayah setempat, baik kecamatan maupun kelurahan, guna memastikan keamanan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat selama kegiatan berlangsung. Koordinasi ini penting terutama apabila lokasi diperkirakan akan dipadati penonton.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: TVRI