Senin, 08 JUNI 2026 • 16:28 WIB

Geliat Ekonomi Kreatif di Kendari: Tren UMKM dan Inovasi Anak Muda

Author

Ilustrasi perkembangan ekonomi kreatif. (Freepik/jannoon28) (Mufida)

SULTRA - Beberapa tahun terakhir, ekonomi kreatif di Kendari menunjukkan perkembangan yang semakin nyata. Pertumbuhan kreator konten lokal di bidang pariwisata, kuliner, lifestyle, hingga komedi, menjamurnya cafe sebagai ruang berkarya, serta munculnya komunitas literasi yang berkembang menjadi pusat pelatihan digital skill menjadi bukti bahwa sektor kreatif mulai menjadi salah satu penggerak ekonomi baru di ibu kota Sulawesi Tenggara tersebut.

Fenomena ini tidak hanya menciptakan peluang usaha baru, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan, memperluas promosi daerah, serta mendorong anak muda untuk membangun karier berbasis kreativitas tanpa harus meninggalkan kampung halaman.

Baca juga: Wakil Wali Kota Kendari Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Strategi Digital

Tren Positif Perkembangan Ekonomi Kreatif di Kendari

Perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin digital turut mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kendari. Jika sebelumnya sektor ekonomi lebih banyak bertumpu pada perdagangan dan jasa konvensional, kini industri kreatif mulai mengambil peran penting.

Media sosial seperti TikTok, Instagram, YouTube, hingga Facebook menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk mempromosikan produk, destinasi wisata, kuliner, maupun layanan jasa. Banyak pelaku usaha lokal yang berhasil meningkatkan penjualan berkat strategi pemasaran berbasis konten digital.

Tidak hanya pelaku usaha, sejumlah kreator lokal juga mulai dikenal melalui konten-konten yang menampilkan kehidupan sehari-hari di Kendari, rekomendasi tempat makan, destinasi wisata, hingga hiburan komedi yang dekat dengan realitas masyarakat Sulawesi Tenggara.

Baca juga: Pantai Nambo Jadi Etalase Kreativitas, Festival Ekonomi Kreatif Kendari 2025 Sukses Digelar

Subsektor Unggulan: Dari Pariwisata, Lifestyle hingga Kuliner Inovatif

Kreator Pariwisata yang Mempromosikan Sultra

Salah satu subsektor yang berkembang pesat adalah konten pariwisata. Banyak kreator lokal secara konsisten memperkenalkan destinasi seperti Teluk Kendari, Pulau Bokori, Pantai Nambo, Toronipa, hingga berbagai objek wisata di daerah sekitar.

Konten video pendek dengan konsep cinematic dan storytelling terbukti efektif menarik perhatian wisatawan domestik maupun luar daerah. Secara tidak langsung, para kreator tersebut menjadi duta promosi daerah yang membantu memperluas jangkauan informasi wisata Sulawesi Tenggara.

Kuliner Lokal yang Semakin Naik Kelas

Subsektor kuliner juga menunjukkan perkembangan signifikan. Berbagai usaha makanan dan minuman lokal kini tidak hanya mengandalkan rasa, tetapi juga memperhatikan branding, desain kemasan, dan strategi pemasaran digital.

Cafe-cafe baru bermunculan dengan konsep yang lebih modern dan estetik. Tempat seperti kawasan Teluk Kendari, Kendari Beach, hingga sejumlah cafe rooftop menjadi lokasi favorit pembuatan konten sekaligus sarana promosi bisnis. Banyak pelaku usaha kuliner yang memanfaatkan media sosial untuk membangun identitas merek dan menjangkau pelanggan baru tanpa harus mengeluarkan biaya promosi besar.

Konten Lifestyle dan Komedi Semakin Diminati

Perkembangan ekonomi kreatif di Kendari juga terlihat dari meningkatnya jumlah kreator lifestyle dan komedi. Konten mengenai aktivitas harian, tren anak muda, review tempat nongkrong, hingga humor khas Sulawesi Tenggara berhasil menarik audiens yang luas.

Subsektor ini membuka peluang baru bagi kolaborasi antara kreator dan pelaku UMKM, mulai dari promosi produk hingga kampanye pemasaran digital.

Cafe Berubah Menjadi Ruang Kreatif Anak Muda

Jika dulu cafe hanya identik dengan tempat makan dan minum, kini fungsinya jauh lebih luas. Banyak cafe di Kendari berkembang menjadi ruang kolaborasi bagi fotografer, videografer, penulis, desainer grafis, hingga kreator konten.

Konsep work from cafe semakin populer, terutama di kalangan mahasiswa dan pekerja kreatif. Ketersediaan internet, desain interior yang menarik, serta suasana yang nyaman membuat cafe menjadi tempat ideal untuk menghasilkan ide dan karya baru.

Tidak sedikit pula kegiatan komunitas, diskusi publik, peluncuran buku, workshop desain, hingga pelatihan pemasaran digital yang diselenggarakan di berbagai cafe di Kota Kendari.

Peran Anak Muda dan Komunitas dalam Menggerakkan UMKM Lokal

Kemajuan ekonomi kreatif di Kendari tidak lepas dari peran generasi muda dan komunitas. Berbagai komunitas kini tidak hanya bergerak pada bidang hobi, tetapi juga mulai berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Komunitas literasi yang sebelumnya fokus pada kegiatan membaca buku kini berkembang menjadi wadah pengembangan keterampilan digital. Beberapa komunitas bahkan rutin mengadakan pelatihan seperti:

  • Digital marketing
  • Desain grafis
  • Penulisan konten
  • Pengelolaan media sosial
  • Fotografi dan videografi
  • Public speaking
  • Kelas bisnis digital

Transformasi ini menunjukkan bahwa literasi saat ini tidak lagi terbatas pada kemampuan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Dukungan Pemerintah Daerah, Fasilitas, dan Akses Permodalan

Pemerintah Kota Kendari dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam beberapa tahun terakhir turut memberikan perhatian terhadap pengembangan ekonomi kreatif melalui berbagai program pelatihan UMKM, festival budaya, pameran produk lokal, serta dukungan terhadap promosi digital.

Sejumlah kegiatan seperti festival kuliner, pameran ekonomi kreatif, hingga pelatihan kewirausahaan menjadi sarana bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan dan meningkatkan kualitas produk.

Selain itu, akses pembiayaan melalui program kredit usaha rakyat (KUR), pendampingan UMKM, dan digitalisasi usaha juga membantu memperkuat daya saing pelaku ekonomi kreatif lokal.

Tantangan Go-Digital dan Harapan Industri Kreatif Kendari

Meski menunjukkan tren positif, perkembangan ekonomi kreatif di Kendari masih menghadapi sejumlah tantangan. Keterbatasan akses permodalan, kualitas sumber daya manusia yang belum merata, serta persaingan di era digital menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.

Namun di sisi lain, peluang yang tersedia masih sangat besar. Jumlah pengguna internet yang terus meningkat, pertumbuhan sektor pariwisata, serta munculnya generasi kreatif baru menjadi modal penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riset Penulis

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU