Rabu, 15 APRIL 2026 • 18:39 WIB

Kisah Lengkap Ujian Nabi Ibrahim Menyembelih Ismail dan Asal Mula Kurban

Author

Ilustrasi hewan kurban. (Freepik) (Mufida)

SULTRA - Kisah nabi ibrahim ketika diperintahkan menyembelih putranya sendiri, Nabi Ismail AS merupakan kisah pengorbanan paling fenomenal dalam Agama Islam. Peristiwa ini bukan sekadar cerita, melainkan fondasi spiritual yang melahirkan ibadah kurban dalam Islam hingga hari ini.

Kisah ini diabadikan dalam Al-Qur’an dan menjadi simbol ketaatan dan keimanan. Pengorbanan yang merupakan ujian bukan hanya bagi seorang ayah, tetapi juga bagi seorang anak yang memilih patuh tanpa ragu.

Hadirnya Ismail AS

Nabi Ibrahim AS dikenal sebagai sosok yang teguh dalam tauhid, namun perjalanan hidupnya tidak lepas dari ujian panjang, termasuk penantian akan keturunan. Dalam usia yang tidak lagi muda, Allah SWT mengaruniakan seorang putra, Ismail AS, yang kelak menjadi cahaya harapan.

Kehadiran Ismail sebagai anak sekaligus amanah besar bagi kedua orang tuanya. 

Ujian Terberat: Perintah Penyembelihan dalam Mimpi

Perintah penyembelikan Nabi Ismail datang melalui mimpi. Dalam ajaran Islam, mimpi para nabi adalah wahyu. Nabi Ibrahim AS melihat dirinya menyembelih putranya sendiri.

Hal ini tertuang dalam Al-Qur’an Surah As-Saffat ayat 102:

"Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu."

Baca juga: Doa Minum Air Zam Zam dan Adabnya yang Sering Diabaikan

Keikhlasan Luar Biasa Nabi Ismail AS

Respons Nabi Ismail AS menjadi salah satu bagian paling menyentuh dalam kisah nabi ibrahim ini. Dalam ayat yang sama, Ismail menjawab:

"Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar."

Tanpa penolakan dan memikirkan terlebih dahulu, Nabi Ismail mengiyakan perintah tersebut. Kepasrahan total kepada kehendak Allah SWT ini menjadi contoh keimanan bagi umat muslim. 

Godaan Iblis dan Awal Lempar Jumrah

Dalam perjalanan menuju tempat penyembelihan, iblis datang menggoda Nabi Ibrahim agar mengurungkan niatnya. Namun, godaan tersebut ditolak dengan melempar batu sebagai bentuk perlawanan.

Peristiwa ini kemudian menjadi asal-usul ritual lempar jumrah dalam ibadah haji. Sebuah simbol bahwa dalam setiap ketaatan, selalu ada godaan yang harus dilawan.

Mukjizat: Ismail Digantikan dengan Sembelihan

Ketika Nabi Ibrahim AS telah siap menjalankan perintah tersebut, Allah SWT menunjukkan kuasa-Nya. Dalam Surah As-Saffat ayat 107 disebutkan:

"Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar."

Ismail tidak jadi disembelih. Sebagai gantinya, Allah menghadirkan hewan kurban. Peristiwa ini menjadi penegasan bahwa yang diuji bukan hasil akhirnya, tetapi keikhlasan dalam menjalankan perintah.

Baca juga: Kapan Lebaran Haji 2026? Ini Jadwal Lengkap Idul Adha dan Cuti Bersamanya

Makna Kurban dalam Kehidupan Modern

Kisah ini kemudian menjadi dasar ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha. Namun, maknanya jauh lebih dalam dari sekadar menyembelih hewan.

Kurban adalah tentang:

  • Mengorbankan ego
  • Melepaskan keterikatan duniawi
  • Mengutamakan perintah Tuhan di atas segalanya

Semoga kisah Nabi ibrahim dan Nabi Ismail AS menjadi cermin bagi setiap Muslim dalam memahami arti ketaatan dan keikhlasan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riset Penulis

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU