SULTRA - Setiap Ramadan, satu hal yang selalu ditunggu selain azan magrib adalah momen berburu lokasi takjil gratis di kendari. Tradisi ini bukan sekadar soal makanan gratis, tapi juga soal kebersamaan dan berbagi. Menariknya, lokasi takjil gratis di kendari tersebar di banyak titik, dari masjid besar hingga pinggir jalan yang tiba-tiba berubah jadi pusat keramaian dadakan.
Bagi anak kos, pekerja kantoran, atau siapa pun yang sedang di jalan menjelang buka, informasi ini sering terasa seperti peta harta karun. Bedanya, yang diburu bukan emas, tapi es buah dan kolak.
Tradisi Berbagi Takjil Gratis sebagai Bentuk Syukur
Ramadan selalu punya cara sendiri untuk membuat orang lebih peduli. Salah satunya lewat tradisi berbagi takjil yang hampir bisa ditemukan di setiap sudut kota.
Di Kendari, kegiatan ini bukan hanya dilakukan oleh individu, tetapi juga oleh komunitas, lembaga sosial, hingga instansi. Setiap sore, menjelang magrib, suasana kota berubah. Ada yang sibuk membagikan makanan, ada juga yang sudah standby dengan ekspresi berharap tidak kehabisan.
Suasana ini terasa hangat. Orang-orang yang sebelumnya tidak saling kenal bisa duduk bersama, berbuka dengan menu sederhana, lalu melanjutkan aktivitas masing-masing.
Baca juga: 12 Menu Takjil di Kendari yang Selalu Diserbu Menjelang Adzan Magrib
Masjid Raya dan Masjid Jami, Pusat Takjil Gratis Paling Konsisten
Kalau bicara soal takjil gratis yang hampir selalu ada, masjid jelas jadi lokasi paling aman untuk diandalkan.
Masjid Raya Al-Kautsar Kendari, misalnya, dikenal rutin menyediakan ratusan hingga ribuan porsi berbuka setiap hari. Suasananya cukup tertib, meski tetap ramai menjelang waktu berbuka. Biasanya menu yang disediakan berupa makanan ringan seperti kurma, kolak, es buah, hingga nasi kotak.
Selain itu, beberapa masjid jami di berbagai kecamatan juga punya program serupa. Meski skalanya tidak sebesar masjid raya, justru di tempat seperti ini suasananya terasa lebih santai dan tidak terlalu padat.
Area Kampus, Surga Anak Kos
Di sekitar kampus-kampus di Kendari, seperti area Universitas Halu Oleo dan sekitarnya, sering ada pembagian takjil dari organisasi mahasiswa, komunitas, atau donatur. Biasanya dilakukan di titik-titik strategis yang mudah diakses oleh banyak orang.
Yayasan sosial juga jadi lokasi yang tidak kalah aktif. Lembaga seperti BAZNAS, Lazismu, atau komunitas lokal sering mengadakan program berbagi takjil secara rutin selama Ramadan. Menunya mungkin tidak selalu mewah, tapi cukup untuk membatalkan puasa dengan baik.
Jalan Protokol dan Titik Keramaian
Menjelang magrib, beberapa ruas jalan di Kendari berubah jadi titik pembagian takjil karena ramai. Biasanya komunitas atau kelompok warga berdiri di pinggir jalan sambil membagikan makanan ke pengendara yang lewat. Lokasi seperti Jalan MT Haryono, Jalan Saranani, atau kawasan pusat kota sering jadi titik favorit.
Baca juga: Pasar Ramadhan di Jl. Sao-sao Kendari, Surganya Takjil dan Kuliner
Berburu takjil gratis memang terdengar sederhana, tapi tanpa strategi, hasilnya bisa nihil. Datang lebih awal adalah kunci. Idealnya sekitar 30–45 menit sebelum magrib, terutama untuk lokasi populer seperti masjid raya. Selain itu, perhatikan kondisi lalu lintas karena beberapa titik bisa mengalami kemacetan menjelang waktu berbuka.
Jangan lupa untuk tetap tertib. Mengambil secukupnya bukan hanya soal etika, tapi juga memberi kesempatan bagi orang lain. Karena pada akhirnya, esensi dari berbagi takjil bukan soal siapa yang dapat paling banyak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis