Ilustrasi jamaah muslim beribadah. (Freepik) (Mufida)
SULTRA - Ibadah haji selalu menjadi impian umat Islam, tetapi realitas antrean panjang tidak bisa dihindari. Saat ini, masa tunggu haji di Sulawesi Tenggara diperkirakan berada pada kisaran 20 hingga 25 tahun, tergantung kabupaten/kota dan kuota yang tersedia setiap tahunnya.
Masa tunggu yang lama ini tidak hanya terjadi di Sultra, tetapi juga di berbagai provinsi di Indonesia yang memiliki jumlah pendaftar tinggi dibanding kuota keberangkatan.
Berdasarkan data Kementerian Agama dan tren beberapa tahun terakhir, rata-rata masa tunggu haji di Sulawesi Tenggara berada di angka:
20-22 tahun untuk beberapa wilayah dengan jumlah pendaftar lebih rendah
23-25 tahun di daerah dengan antrean padat seperti Kendari dan sekitarnya
Perbedaan ini terjadi karena distribusi kuota yang dihitung berdasarkan jumlah penduduk Muslim di tiap daerah.
Baca juga: Tertarik Naik Haji Lewat Negara Lain? Pahami Syarat Legal dan Risikonya Dulu!
Panjang pendeknya antrean bukan kebetulan, melainkan hasil dari beberapa faktor utama:
Kuota Haji Nasional dari Arab Saudi
Indonesia mendapat kuota terbatas setiap tahun, sekitar 1 per 1.000 penduduk Muslim.
Jumlah Pendaftar yang Terus Meningkat
Kesadaran beribadah yang tinggi membuat daftar tunggu semakin panjang.
Distribusi Kuota Daerah
Setiap provinsi memiliki jatah berbeda, termasuk Sulawesi Tenggara.
Penundaan dan Pembatalan Keberangkatan
Faktor global seperti pandemi sebelumnya juga ikut memperpanjang antrean.
Untuk mengecek estimasi keberangkatan, calon jamaah tidak perlu datang ke kantor. Cek masa tunggu haji bisa dilakukan secara online dengan cara berikut:
Baca juga: Sebelum Mendaftar, Pahami Dulu 5 Syarat Sah dan Wajib Haji Berikut Ini
Bagi masyarakat yang ingin mulai antre (karena menunggu itu sudah seperti investasi jangka panjang), berikut syarat utamanya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemenag