Simak syarat sah berhaji. (Freepik/pikisuperstar) (Mufida)
SULTRA - Banyak orang fokus pada biaya dan keberangkatan, tetapi justru melewatkan hal paling mendasar, yaitu memahami syarat sah haji dan ketentuan yang menyertainya.
Padahal, tanpa memenuhi syarat yang telah ditetapkan dalam syariat, ibadah haji berpotensi tidak sah atau tidak wajib dilakukan. Oleh karena itu, memahami konsep ini menjadi langkah awal yang penting sebelum mendaftar atau melunasi biaya haji.
Dalam fikih, terdapat dua istilah yang sering disalahartikan yakni syarat wajib haji dan syarat sah haji.
Syarat wajib haji adalah ketentuan yang membuat seseorang wajib menunaikan haji. Syarat sah haji adalah ketentuan yang menentukan apakah ibadah haji yang dilakukan diterima atau tidak.
Dengan kata lain, seseorang bisa saja tidak wajib berhaji, tetapi jika tetap melaksanakannya dan memenuhi syarat sah, maka hajinya tetap dianggap valid.
Para ulama sepakat bahwa terdapat lima syarat utama yang menjadikan haji itu wajib bagi seorang Muslim:
Haji hanya diwajibkan bagi umat Islam.
Anak-anak yang berhaji tetap sah, tetapi belum menggugurkan kewajiban haji saat dewasa.
Orang yang tidak berakal tidak dibebani kewajiban ibadah.
Merdeka dalam artian ini berarti bukan budak. Dalam konteks modern, syarat ini sudah otomatis terpenuhi.
Mampu secara finansial, fisik, dan keamanan perjalanan.
Baca juga: Urutan Tata Cara Pelaksanaan Haji Sesuai Sunnah Rasulullah yang Mudah Dipahami
Konsep istita’ah tidak sesederhana memiliki banyak uang sehingga bisa berangkat haji. Ada beberapa aspek yang harus dipenuhi, antara lain sebagai berikut.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama semakin menekankan istita’ah kesehatan sebagai syarat utama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis