Ilustrasi wilayah pesisir Kendari. (Freepik/nikitabuida) (Mufida)
SULTRA - Sejarah singkat Kota Kendari menjelaskan perjalanan panjang sebuah wilayah pesisir yang berkembang dari pemukiman tradisional menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi Sulawesi Tenggara. Kota Kendari merupakan ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara. Kota ini memiliki latar belakang sejarah yang berkaitan erat dengan aktivitas maritim, perdagangan, serta dinamika kekuasaan lokal dan kolonial. Perkembangannya tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses administratif dan sosial yang berlangsung selama beberapa periode penting dalam sejarah Indonesia.
Nama Kendari diyakini berasal dari bahasa lokal yang berkaitan dengan istilah kandai atau kendari, yang merujuk pada alat atau aktivitas tertentu dalam kehidupan masyarakat pesisir. Dalam catatan sejarah lisan masyarakat Tolaki, wilayah Kendari sejak awal dikenal sebagai kawasan teluk yang strategis untuk berlabuh dan bermukim. Teluk Kendari menjadi pusat aktivitas masyarakat karena kondisi geografisnya yang terlindung dan subur.
Pada masa awal, Kendari merupakan wilayah permukiman masyarakat adat Tolaki yang hidup dari hasil laut, pertanian, dan perdagangan lokal. Struktur sosial masyarakat masih berbasis adat, dengan kepemimpinan lokal yang mengatur kehidupan sosial dan ekonomi. Letak geografis Kendari yang berada di jalur pelayaran membuat wilayah ini mulai dikenal oleh pedagang dari daerah lain di Sulawesi.
Baca juga: Deretan Lapangan Olahraga di Kendari yang Bisa Diakses Publik, dari Gratis sampai Berbayar
Memasuki masa kolonial Belanda, Kendari mulai mengalami perubahan fungsi. Wilayah ini dijadikan sebagai salah satu pusat administrasi dan pengawasan kolonial di wilayah Tenggara Sulawesi. Pembangunan infrastruktur dasar seperti pelabuhan dan jalur transportasi mulai dilakukan untuk mendukung kepentingan pemerintahan kolonial. Sejak periode ini, Kendari perlahan berkembang dari kampung pesisir menjadi pusat pemerintahan regional.
Pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, Kendari menjadi bagian dari dinamika perlawanan rakyat Sulawesi terhadap kekuasaan kolonial. Setelah Indonesia merdeka, Kendari masuk dalam wilayah administrasi Provinsi Sulawesi Selatan sebelum akhirnya mengalami pemekaran. Periode ini menjadi titik awal perubahan struktur pemerintahan dan peran Kendari dalam sistem negara Republik Indonesia.
Baca juga: Masjid Terbesar di Kendari Ini Berdiri di Atas Laut, Bukan Sekadar Ikon tapi Pusat Aktivitas Umat
Kendari resmi ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun 1964. Sejak saat itu, pembangunan kota berlangsung pesat, baik dari sisi pemerintahan, pendidikan, ekonomi, maupun infrastruktur. Statusnya sebagai pusat administratif membuat Kendari tumbuh menjadi kota strategis di kawasan timur Indonesia, sekaligus menjadi simpul budaya, perdagangan, dan layanan publik bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.
Melalui penjelasan sejarah singkat Kota Kendari, dapat disimpulkan bahwa identitas kota ini dibentuk oleh laut, adat, dan proses administrasi yang panjang. Dari wilayah pesisir sederhana, Kendari berkembang menjadi kota modern yang tetap menyimpan jejak sejarahnya sebagai bagian penting dari Sulawesi Tenggara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Kendari