Sabtu, 21 MARET 2026 • 12:31 WIB

Salat Ied di Kendari Berlangsung Khidmat di Masjid Al-Kautsar, Gubernur Sultra Turut Hadir

Author

Masjid Agung Al-Kautsar. (Dok. Pribadi) (Mufida)

SULTRA - Pelaksanaan salat Ied di Kendari pada Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah berlangsung dengan penuh khidmat di Masjid Al-Kautsar atau Masjid Agung Kendari, Rabu (19/3/2026). Ribuan masyarakat memadati area masjid sejak pagi hari untuk menunaikan ibadah salat Id berjamaah.

Suasana religius terasa sejak awal, dengan gema takbir yang menggema di sekitar kawasan masjid, menciptakan nuansa haru sekaligus kebersamaan di momen hari kemenangan umat Islam.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, turut melaksanakan salat Ied bersama masyarakat di Masjid Al-Kautsar. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam momen keagamaan.

Baca juga: Dari Sholat Id hingga Sungkeman, Ini Tradisi dan Kegiatan Seru Saat Lebaran

Sebelumnya, Gubernur telah menyampaikan rencana untuk membagi lokasi pelaksanaan salat Idulfitri bersama Wakil Gubernur Sultra, Hugua. Langkah ini dilakukan agar pelaksanaan ibadah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai titik di Kendari.

Pelaksanaan salat Ied berlangsung tertib dan lancar. Jamaah yang hadir datang dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, menciptakan suasana kebersamaan yang khas di hari raya.

Selain menjadi ibadah, momen ini juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi antarwarga. Banyak jamaah yang saling bertegur sapa dan bermaafan setelah salat selesai.

Open House di Rujab Gubernur

Usai pelaksanaan salat Ied, Gubernur Sultra dijadwalkan menggelar open house di Rumah Jabatan (Rujab). Kegiatan ini terbuka bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi secara langsung.

Open house menjadi tradisi tahunan yang tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga menjadi simbol keterbukaan pemerintah kepada masyarakat.

Pelaksanaan salat Idulfitri tahun ini tidak dilakukan di kawasan Eks MTQ Kendari. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan faktor teknis yang dinilai cukup kompleks.

Sebagai alternatif, Masjid Al-Kautsar dipilih sebagai lokasi utama karena dinilai lebih representatif dan mampu menampung jamaah dalam jumlah besar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemprov Sultra

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU