SULTRA - Menyusul meningkatnya curah hujan ekstrem di wilayah pesisir Sulawesi Tenggara (Sultra), pemerintah daerah bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir dan tanah longsor.
Peringatan ini dikeluarkan setelah beberapa wilayah pesisir seperti Konawe, Konawe Selatan, Kolaka Timur, dan Muna Barat mulai dilaporkan mengalami genangan air dan tanah labil akibat hujan deras berturut-turut dalam sepekan terakhir.
Baca juga: Sultra Siaga! Gubernur Ingatkan Kesiapsiagaan Nyata Terhadap Bencana
BMKG Kendari memprediksi bahwa pola cuaca basah ini akan terus berlanjut hingga awal tahun depan, terutama di wilayah yang berdekatan dengan aliran sungai besar dan kawasan perbukitan. BPBD Sultra menekankan pentingnya langkah-langkah antisipatif yang bisa dilakukan masyarakat sejak dini untuk meminimalkan dampak bencana. Berikut panduan siaga banjir dan longsor yang disarankan:
Pantau Informasi Cuaca dan Status Sungai
Warga diimbau rutin memantau prakiraan cuaca dari BMKG dan informasi tinggi muka air sungai dari BPBD setempat. Informasi ini bisa menjadi peringatan dini untuk segera bersiap mengungsi.
Sediakan Tas Siaga Darurat
Siapkan perlengkapan darurat seperti dokumen penting, obat-obatan, pakaian, dan alat penerangan di tempat yang mudah dijangkau jika evakuasi harus dilakukan mendadak.
Hindari Aktivitas di Sekitar Lereng dan Aliran Sungai
Saat hujan lebat, masyarakat diminta tidak beraktivitas di dekat lereng, tebing, atau sungai karena rawan longsor dan arus deras.
Matikan Listrik Saat Air Mulai Naik
Jika air sudah masuk ke rumah, segera matikan aliran listrik untuk mencegah korsleting dan kebakaran.
Kenali Titik Evakuasi Terdekat
Pemerintah desa dan relawan tangguh bencana telah menyiapkan sejumlah titik aman di wilayah pesisir. Warga diharapkan mengenal lokasi tersebut dan menyiapkan jalur evakuasi keluarga.
Daerah Paling Rawan
Menurut data BPBD Sultra, sedikitnya 9 kabupaten/kota masuk dalam kategori rawan banjir dan longsor.
Rawan Banjir: Konawe, Konawe Selatan, Kolaka Timur, dan Kendari.
Rawan Longsor: Kolaka, Kolaka Utara, Buton Tengah, dan Konawe Utara.
Rawan Abrasi: Muna Barat dan Wakatobi.
BPBD juga mengungkapkan bahwa lebih dari 80 persen bencana di Sultra pada 2025 merupakan bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, longsor, dan abrasi pantai.
Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem: Ini Daftar Lokasi Rawan Badai di Kolaka dan Sekitarnya
Kepala BPBD Sultra menegaskan, pihaknya telah menyiagakan tim reaksi cepat (TRC) di setiap kabupaten yang berpotensi terdampak. Selain itu, bantuan logistik seperti perahu karet, tenda, dan bahan pangan darurat telah disalurkan ke gudang-gudang regional.
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, juga mengingatkan seluruh camat dan kepala desa agar melakukan pemantauan lapangan setiap hari dan segera melapor jika ada tanda-tanda bencana. Ia menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas utama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BPBD Sultra