SULTRA - Sebagai bagian dari program nasional untuk memberdayakan masyarakat pesisir, enam daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah ditetapkan sebagai lokasi pembangunan awal program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Keputusan ini diambil setelah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkan 65 lokasi tahap pertama program di seluruh Indonesia.
Di Sultra, enam kampung nelayan yang akan dikembangkan mencakup desa-desa pesisir terpilih yang akan menerima sarana dan prasarana mulai dari dermaga, cold storage, kios logistik, pelatihan, hingga fasilitas BBM khusus nelayan. Tujuan utama proyek ini yaitu meningkatkan produktivitas dan kemandirian ekonomi nelayan serta memperkuat nilai tambah hasil tangkapan ikan. Adapun 6 lokasi tersebut berada di kabupaten berikut, yakni Kabupaten Konawe, Kabupaten Kolaka, Kabupaten Bombana, Kabupaten Buton Utara,
Kabupaten Buton Selatan, dan Kabupaten Muna.
Baca juga: Program Koperasi Merah Putih Di Sultra Untuk Kemandirian Ekonomi Komunitas
Beberapa komponen yang akan dibangun di lokasi-lokasi tersebut meliputi pembangunan dermaga kecil, unit es/pembekuan, pelatihan pengelolaan usaha nelayan, dan fasilitas pendukung lainnya agar kampung nelayan tak hanya menjadi wilayah tangkap ikan, tetapi juga pusat produksi dan pemasaran yang berdaya saing.
Dengan langkah ini, Sultra berharap mampu memanfaatkan potensi perikanan tangkap dan budidaya secara lebih optimal terutama di daerah kepulauan dan pesisir yang selama ini terpencar. Pembangunan KNMP menjadi salah satu pilar transformasi ekonomi maritim yang dicanangkan Provinsi sebagai bagian dari visi jangka panjang.
Baca juga: Desa Dituntut Buka Data ke Publik Lewat Dashboard dan Audit Sosial
Meski demikian, tantangan ke depan tetap ada seperti penyediaan infrastruktur pendukung, kesiapan sumber daya manusia lokal, hingga integrasi fasilitas fisik dengan aktifitas ekonomi nelayan setempat agar tidak hanya infrastruktur berdiri namun juga manfaat langsung dirasakan warga.
Dengan demikian, penetapan enam lokasi di Sultra ini bukan sekadar penunjukan titik pembangunan melainkan wujud awal dari upaya besar untuk membangun kampung nelayan mandiri yang siap bersaing, berkelanjutan, dan bermakna bagi masyarakat pesisir di Bumi Anoa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kementerian Kelautan Dan Perikanan RI