Rabu, 29 OKTOBER 2025 • 20:42 WIB

541 Desa di Sultra Belum Kebagian Dana Desa Tahap II, Apa Penyebab Keterlambatan?

Author

Ilustrasi dana desa. (Freepik) (Mufida)

SULTRA - Hingga akhir Oktober 2025, tercatat masih ada 541 desa di Provinsi Sulawesi Tenggara yang belum menerima pencairan dana desa tahap dua tahun anggaran ini. Pihak Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kanwil Sultra pun memberikan peringatan agar pemerintah daerah dan kepala desa segera menyampaikan semua dokumen yang diperlukan sebelum tenggat akhir 23 Desember.

Sesuai keterangan dari DJPb Sultra, penyaluran dana desa tahap II belum bisa dilakukan karena beberapa desa belum melengkapi persyaratan administratif seperti laporan realisasi penggunaan tahap pertama, data SIMKEU atau aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) yang belum lengkap. Kondisi ini menghambat proses verifikasi dan penerbitan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) oleh Kementerian Keuangan dan DJPb.

Baca juga: Diduga Selewengkan Dana Desa, Kades Tapi-Tapi Dilaporkan

Ketua Komisi Pemantauan Dana Desa di provinsi menilai bahwa keterlambatan ini bisa berdampak pada pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat di desa sebab pencairan DD tahap II biasanya dipakai untuk kegiatan lanjutan setelah tahap pertama.
Maka dari itu, instansi pengawas dan DJPb meminta agar proses persyaratan dan pengajuan dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi agar desa-desa yang belum mendapatkan alokasi bisa segera bergulir.

Ratusan desa yang masih menunggu pencairan Dana Desa Tahap II menunjukkan bahwa meski dana sudah dialokasikan, proses administratif dan teknis di tingkat desa masih menjadi titik lemah. Dengan tenggat yang semakin dekat, pemerintahan daerah dan desa perlu segera bergerak agar program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat tidak tertunda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BPK Sultra

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU