Minggu, 27 JULI 2025 • 20:14 WIB

Harapan ke Tanah Suci Pupus, Travel Smarthajj Diduga Tipu Jemaah Rp4,1 Miliar

Author

Berangkat umrah bersama orang tua, malah jadi korban penipuan. EM satu dari 178 jemaah yang dirugikan Travel Smarthajj hingga Rp4,1 M. (Freepik/jcomp) (Mufida)

SULTRA - EM, warga Kecamatan Konda, Konsel, harus menelan pahitnya kenyataan. Niat sucinya untuk mengantar kedua orang tua beribadah ke Tanah Suci pupus di tengah jalan. Bukan karena tak mampu, melainkan karena ulah biro perjalanan umrah Travel Smarthajj yang diduga menipunya bersama 177 jemaah lainnya. Total kerugian? Mencapai Rp4,1 miliar.

Yang paling menyayat hati bagi EM adalah melihat koper yang ia siapkan dengan haru kini berubah status menjadi barang bukti di kantor polisi.

Baca juga: Naik Tanpa Arahan, Pekerja Harian Tewas Tersengat Listrik di Atap Toko Damai

“Saya sudah berjuang keras demi niat ini. Tapi sekarang koper saya malah disita, dan semuanya belum ada kepastian,” keluhnya saat dihubungi, Minggu (27/7/2025).

Tak hanya uang, EM merasa kehilangan kepercayaan. Ia mengaku mentalnya sempat jatuh. “Saya rencanakan umrah ini bersama orang tua, jadi ini bukan soal materi semata. Ini tentang hati dan kejujuran. Tapi yang kami dapat justru pengkhianatan.”

Baca juga: Jawaban untuk Sopir Kontainer: Jalan ke Kendari New Port Mulai Diperbaiki

Lebih mengecewakan lagi, pemilik Travel Smarthajj disebut masih berkeliaran bebas, padahal laporan polisi dari para korban sudah mencapai puluhan.

“22 laporan sudah masuk, tapi tak ada penahanan. Kami butuh tindakan nyata, bukan janji manis,” tegas EM.

Menanggapi hal itu, AKBP Didik Erfianto dari Polda Sultra memastikan bahwa kasus ini sudah masuk tahap penyidikan. Pemeriksaan terhadap pemilik biro perjalanan juga telah dilakukan, dan polisi kini tengah mengumpulkan alat bukti. Bahkan, posko pengaduan khusus pun telah dibuka.

Baca juga: Ambulans Bukan untuk Solar: Kendaraan Dinas Konsel Diduga Disalahgunakan

“Kami harap jemaah yang merasa dirugikan segera melapor. Proses hukum akan terus berjalan,” ujarnya, Selasa (22/7/2025).

Tapi bagi EM, keadilan rasanya terlalu lambat datang. Sementara koper harapannya masih diam di kantor polisi, menunggu kabar baik yang entah kapan tiba.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Bidhumas Polda Sultra

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU