SULTRA - Dalam menghadapi tantangan besar pengelolaan sampah plastik, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Baubau mulai menunjukkan langkah-langkah konkret. Salah satunya, melalui inovasi pengolahan sampah plastik menjadi produk bermanfaat dan bernilai jual, seperti paving blok.
Baca juga: Baru Diluncurkan, Layanan 112 di Kendari Langsung Kebanjiran Ribuan Panggilan
Upaya ini merupakan bagian dari strategi DLH untuk menekan jumlah timbulan sampah yang mencapai 91 ton per hari, di mana sekitar 25 persen berasal dari sampah plastik. Kepala DLH Baubau, Halfia, menjelaskan bahwa sampah plastik ini sebagian besar bersumber dari rumah tangga, dan sebagian lainnya datang dari kapal-kapal di Pelabuhan Murhum yang menitipkan sampah ke TPA.
Selama setahun terakhir, DLH Baubau telah melakukan uji coba produksi paving blok berbahan dasar plastik melalui unit pengolahan di bank sampah. Meskipun masih dalam skala terbatas karena keterbatasan peralatan, unit ini sudah mampu menghasilkan sekitar 100–200 paving blok setiap bulan.
Baca juga: Pemkot Baubau Terbitkan Edaran Larangan Joget untuk Jaga Ketertiban dan Cegah Konflik
Beberapa hasil paving blok bahkan telah dimanfaatkan untuk mempercantik taman kota, salah satunya dipasang di Taman Kantor DLH Baubau. Ke depan, paving hasil olahan ini juga akan dipasarkan sebagai produk ramah lingkungan.
Langkah lain yang sedang digenjot DLH adalah mendorong keberadaan dan optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di tingkat kelurahan. Saat ini, baru tujuh dari total 43 kelurahan di Baubau yang memiliki TPS3R aktif.
Target dari aksi ini adalah setiap kelurahan punya TPS3R sendiri agar pengelolaan sampah bisa dimulai dari sumbernya dan tidak membebani TPA. DLH juga terus mendorong lahirnya inovasi-inovasi lokal di tingkat kelurahan. Salah satu yang dijadikan contoh adalah Kelurahan Gonda Baru, yang kini dikenal sebagai zona “zero sampah plastik”. Inisiatif ini dilakukan secara kolektif mulai dari rumah tangga hingga instansi pendidikan dan perkantoran, dengan mendorong penggunaan tumbler dan pengurangan plastik sekali pakai.
Dengan memperluas jangkauan TPS3R dan memperkuat edukasi publik, DLH Baubau berharap dapat menciptakan kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dinas Lingkungan Hidup