Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 09 JULI 2025 • 12:34 WIB

Baru Diluncurkan, Layanan 112 di Kendari Langsung Kebanjiran Ribuan Panggilan

Baru Diluncurkan, Layanan 112 di Kendari Langsung Kebanjiran Ribuan PanggilanWarga Kendari kini bisa menggunakan layanan pelaporan darurat melalui Call Center 112 (Freepik) (Mufida)

SULTRA - Layanan darurat Call Center 112 milik Pemerintah Kota Kendari menuai respons luar biasa dari masyarakat. Hanya dalam kurun waktu 20 hari sejak diluncurkan, ribuan warga telah memanfaatkan layanan ini untuk berbagai kebutuhan informasi dan kedaruratan.

Diluncurkan sebagai bagian dari program 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari, Call Center 112 dirancang untuk mempercepat respons terhadap situasi genting seperti kecelakaan, kebakaran, bencana, hingga gangguan ketertiban. Warga cukup menekan angka 112 dari ponsel, tanpa memerlukan pulsa, untuk terhubung ke petugas.

Baca juga: Pemkot Baubau Terbitkan Edaran Larangan Joget untuk Jaga Ketertiban dan Cegah Konflik

Sistem ini dirancang canggih dengan fitur pelacakan GPS, perekaman otomatis suara penelepon, hingga pencatatan nomor telepon. Tujuannya, agar laporan yang masuk bisa langsung diverifikasi dan ditindaklanjuti secara cepat oleh instansi teknis terkait melalui sistem dispatcher.

Berdasarkan evaluasi operasional yang dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari sejak tanggal 10 hingga 30 Juni 2025, tercatat sebanyak 5.982 panggilan masuk ke sistem layanan 112. Namun dari jumlah tersebut, hanya 166 laporan yang dikategorikan sebagai kejadian darurat dan ditangani langsung oleh dinas teknis di lapangan.

Baca juga: LoI Kendari–La Rochelle Teken LoI: Strategi Cerdas Tingkatkan Akses Air Bersih & Lingkungan

Sisanya, sekitar 2.522 panggilan berdurasi lebih dari 10 detik, ternyata berisi pertanyaan umum atau konsultasi biasa. Bahkan, terdapat 1.222 panggilan yang tergolong iseng atau tidak valid (ghost call), yakni panggilan tanpa suara atau langsung ditutup oleh penelepon. Panggilan iseng ini mengganggu jalannya layanan, karena memakan kapasitas sistem dan petugas.

Sebanyak 2.238 panggilan lainnya tercatat dalam antrean sistem, belum terjawab secara langsung tetapi sudah terekam sebagai notifikasi bagi operator.

Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto, mengakui bahwa antusiasme masyarakat terhadap kehadiran layanan 112 sangat menggembirakan. Namun, ia juga menyoroti pentingnya edukasi penggunaan layanan ini agar tidak disalahgunakan.

Baca juga: Konflik Lahan Berujung Kekerasan, Warga Puao Jadi Korban, Pelaku Masih Bebas

Pemerintah Kota Kendari berencana melakukan sosialisasi lanjutan untuk meningkatkan kesadaran publik terkait fungsi dan etika penggunaan Call Center 112. Tujuannya, agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini secara optimal dan bertanggung jawab, demi terciptanya sistem tanggap darurat yang efisien dan tepat sasaran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Kendari

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Baru Diluncurkan, Layanan 112 di Kendari Langsung Kebanjiran Ribuan Panggilan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!