Muhammad Jeksen (MJ), yang dilaporkan meninggal dunia usai mengikuti kegiatan pendidikan dasar (Diksar) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala). (Facebook/ Wuna Info) (Naaifah)
SULTRA - Tragedi menimpa seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Muhammad Jeksen (MJ), yang dilaporkan meninggal dunia usai mengikuti kegiatan pendidikan dasar (Diksar) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala).
Menurut keterangan sang kakak, Hikayat, sejak kegiatan berlangsung korban mulai mengalami pembengkakan pada wajah dan leher. Kondisi ini diduga kuat akibat benturan, mengingat MJ memiliki penyakit bawaan yang membuat tubuhnya mudah bengkak bila terkena pukulan.
Baca juga: Kasus Kekerasan Anak di Wakatobi, Dua Bocah Ditemukan Terkekang
“Dari foto yang saya lihat, sejak awal penerimaan wajahnya sudah bengkak. Indikasinya karena dipukul,” ungkap Hikayat, Senin (22/9/2025).
Situasi semakin memperburuk ketika panitia kegiatan tidak segera membawa MJ ke rumah sakit. Padahal korban sudah sempat menghubungi rekan-rekannya di asrama Muna untuk meminta bantuan karena kesakitan. Akhirnya, teman-teman dari paguyuban Muna yang mengantarkan MJ ke RS Aloei Saboe. Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal pada pukul 08.52 WITA.
Keluarga juga mengungkap adanya dugaan pelanggaran administrasi, sebab kegiatan Diksar tersebut ternyata tidak mengantongi izin resmi dari fakultas. “Kalau tidak ada izin, berarti tanggung jawab penuh ada pada panitia,” tegas Hikayat.
Pihak keluarga kini mendesak agar kasus ini diproses secara hukum dan meminta kampus serta organisasi terkait bertanggung jawab atas peristiwa tragis ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Facebook