Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 23 AGUSTUS 2025 • 10:06 WIB

Tawuran Pelajar di Kendari Libatkan 100 Siswa dari 10 Sekolah

Tawuran Pelajar di Kendari Libatkan 100 Siswa dari 10 SekolahKonferensi pers Polresta Kendari. (Dok. Istimewa) (Mufida)

SULTRA - Polresta Kendari akhirnya mengungkap fakta mengejutkan di balik insiden tawuran berujung pengeroyokan yang melibatkan ratusan pelajar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Kasus yang terjadi pada Minggu (17/8/2025), tepat setelah peringatan HUT ke-80 RI, membuat seorang pelajar SMAN 12 Kendari, berinisial ANR (16), harus menjalani perawatan intensif di RS Bahteramas Kendari.

Baca juga: BSM Sultra: Harapan Baru Pelajar dari Keluarga Kurang Mampu, Kuota Masih Terbatas

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, menjelaskan bahwa insiden ini melibatkan siswa dari 10 sekolah berbeda, mulai dari SMAN 11, SMAN 12, SMKN 6, SMAN 5, SMKN 1, MAN 1, hingga beberapa sekolah lain. Menurut keterangan polisi, ratusan pelajar tersebut awalnya hanya berkumpul di Pantai Batu Gong, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe, dengan alasan untuk berfoto bersama. Namun, suasana berubah setelah muncul kesepakatan spontan untuk menyerang STM atau SMKN 2 Kendari.

“Jumlahnya sekitar 100 orang, dan mereka berangkat dari Batu Gong menuju arah STM. Tidak disebutkan nama siswa yang jadi target, hanya label sekolahnya yang disebut ‘STM’,” ungkap Kanit PPA Satreskrim Polresta Kendari, Aiptu A. Rais Patanra.

Baca juga: Lima Pelajar Tersangka Pengeroyokan di Kendari Terancam Hukuman Seumur Hidup

Dalam perjalanan pulang dari Batu Gong, rombongan pelajar itu terbagi menjadi tiga kelompok. Dua di antaranya diketahui berasal dari geng pelajar yang menamakan diri Trepers 24 dan Black 1. Kedua kelompok ini kemudian melintas di kawasan Taman Hiburan Rakyat (THR), Jalan Budi Utomo, Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wuawua, sementara kelompok lain mengambil jalur berbeda lewat Kantor Wali Kota Kendari.

Petaka terjadi saat kelompok pelajar itu berpapasan dengan ANR dan rekannya, SL, yang tengah berboncengan motor dari arah lampu merah Wuawua menuju pom bensin THR. Tanpa alasan jelas, sejumlah siswa meneriaki ANR sebagai “anak STM”. Teriakan tersebut langsung memicu amarah massa. Puluhan pelajar kemudian mengejar ANR hingga terjadi pengeroyokan. Akibatnya, ANR mengalami luka serius dan harus segera dilarikan ke rumah sakit.

Baca juga: Pelajar SMAN 12 Kendari Jadi Korban Pengeroyokan OTK di Kawasan THR

Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap siapa saja yang menjadi provokator sekaligus pelaku utama pengeroyokan. Keterlibatan geng pelajar seperti Trepers 24 dan Black 1 menjadi sorotan, karena mereka diduga sering mengorganisir aksi konvoi dan tawuran di Kendari. Polisi menegaskan akan mengambil langkah tegas agar kasus serupa tidak terulang kembali, mengingat peristiwa ini sudah meresahkan masyarakat dan mengancam keselamatan pelajar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Polresta Kendari

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tawuran Pelajar di Kendari Libatkan 100 Siswa dari 10 Sekolah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!