Ilustrasi sumur (Freepik) (Mufida)
SULTRA - Di tengah tantangan krisis air bersih yang kerap menghantui wilayah-wilayah terpencil, seorang anggota polisi di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, menunjukkan bahwa kehadiran aparat tak melulu soal penegakan hukum. Ia hadir sebagai penolong, sebagai manusia yang peduli pada sesamanya.
Adalah Aiptu Ahmad Syamsul, personel Polsek Tongkuno, yang memilih jalan sunyi namun berdampak besar: membangun sumur bor untuk warga yang selama ini hidup tanpa akses air bersih. Tak hanya satu, tapi tiga titik sumur telah ia bangun sejak tahun 2020 dibiayai dari kantong pribadinya, termasuk melalui pinjaman bank.
"Beliau tidak diperintah siapa-siapa. Semua murni dari inisiatif pribadi dan kepeduliannya kepada masyarakat," ujar Ipda Baharuddin, Kasi Humas Polres Muna. Ia menambahkan bahwa inisiatif ini adalah wujud nyata kehadiran Polri dalam dimensi kemanusiaan.
Sumur bor pertama dibangun pada 2020 di Dusun Labora, Desa Oempu, Kecamatan Tongkuno, wilayah dengan 60 kepala keluarga yang tidak memiliki sumber air bersih. Dengan medan berbatu yang menyulitkan, pengeboran memakan waktu enam bulan dan mencapai kedalaman 143 meter. Hasilnya kini menjadi sumber kehidupan warga, mulai dari konsumsi harian hingga kebutuhan pertanian.
Baca juga: Ditinggal Tahajud, Motor Raib: Dua Pencuri Diringkus Polisi Koltim
Tak berhenti di situ, dua tahun kemudian Aiptu Ahmad kembali membangun sumur bor di sekitar Masjid Darul Falah, Desa Labasa, Kecamatan Tongkuno Selatan. Sumur lama yang tercemar limbah membuat warga kesulitan air layak pakai. Dalam dua minggu, sumur bor sedalam 52 meter berhasil dibuat dan kini dimanfaatkan warga untuk ibadah dan kebutuhan harian.
Titik ketiga dibangun pada April 2025 di Kelurahan Lawama, Kecamatan Tongkuno. Lagi-lagi, pencemaran limbah domestik mengganggu sumber air masjid setempat. Di bulan Ramadan, Aiptu Ahmad menyelesaikan pengeboran dalam tiga minggu. Air bersih pun kembali mengalir untuk warga.
Baca juga: Polisi Bubarkan Tawuran Remaja di Anduonohu, Dua Orang Diamankan
Tindakan mulia ini mungkin tidak masuk dalam headline besar, namun di hati warga Muna, nama Aiptu Ahmad Syamsul sudah tercatat sebagai sosok yang membawa perubahan.
Dalam dunia yang kadang terasa keras dan individualistis, kisah seperti ini mengingatkan kita bahwa kebaikan masih ada—dan bisa datang dari siapa saja, bahkan dari seorang polisi yang tak dikenal luas, tapi bekerja dengan hati yang tulus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Polres Muna