Kasus penganiayaan terjadi diduga karena konflik lahan perusahaan (freepik) (Mufida)
SULTRA - Konflik sengketa lahan kembali menemui ujung tajam. Seorang warga Desa Puao, Kecamatan Angata, Riswan Yogy dilaporkan menjadi korban penganiayaan oleh karyawan PT Marketindo Selaras saat melintas di Desa Lamooso sekitar pukul 17.30 WITA. Insiden ini dipicu oleh masalah lahan seluas 1.300 hektare antara warga dan perusahaan. Insiden ini dianggap bagian dari konflik agraria skala besar, yang turut melibatkan intimidasi fisik terhadap warga penggarap.
Baca juga: Kurir Ekspedisi Ditikam di Unaaha Karena Tersinggung Komentar Medsos
Menurut saksi Sukri Syukur, pelaku yang bernama Maulid merupakan seorang karyawan perusahaan, menghentikan mobil korban, menyeretnya keluar, lalu mencekik dan memukulnya hingga mengalami luka, termasuk hidung berdarah, bibir sobek, dan matanya bengkak. Rekan pelaku bernama Rahmad juga diduga turut memukuli Riswan.
Baca juga: Pemkot Baubau Terbitkan Edaran Larangan Joget untuk Jaga Ketertiban dan Cegah Konflik
Setelah diserang, Riswan diduga berhasil melarikan diri. Namun hingga kini, keberadaannya masih belum diketahui. Keluarga dan warga Desa Puao menyatakan keprihatinan dan kekhawatiran yang mendalam. Warga pun melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.
Setelah laporan diterima oleh Polsek Angata, puluhan warga mengerumuni kantor polsek untuk mendesak agar pelaku segera ditangkap dan diseret ke jalur hukum. Mereka juga menuntut agar operasi PT Marketindo Selaras dihentikan karena dinilai menjadi penyebab konflik sosial di wilayah tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Polres Konsel