Selasa, 09 JUNI 2026 • 16:11 WIB

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Cek Titik Lokasi Langganan Banjir di Kendari

Author

Ilustrasi daerah rawan banjir. (Freepik) (Mufida)

SULTRA - Banjir menjadi salah satu bencana yang hampir rutin terjadi ketika curah hujan meningkat di Kota Kendari. Sejumlah kawasan yang berada di dataran rendah, dekat sungai, hingga wilayah dengan sistem drainase yang belum optimal tercatat sebagai daerah rawan banjir di Kendari. Beberapa titik yang kerap terdampak antara lain Kecamatan Kadia, Wua-Wua, Kambu, Poasia, hingga kawasan pesisir di sekitar Teluk Kendari.

Baca juga: DPRD Kendari Bahas Dampak Banjir Perumahan Mangkubumi, Warga Puuwatu Sampaikan Kerugian

Peta Titik Lokasi Daerah Rawan Banjir di Kendari

Wilayah Kategori Rawan Tinggi

1. Kali Kadia dan Kelurahan Bende

Kawasan Kali Kadia merupakan salah satu titik yang paling sering diberitakan mengalami banjir saat hujan deras mengguyur Kota Kendari. Luapan Sungai Kadia dan kapasitas drainase yang terbatas menjadi faktor utama penyebab genangan.

Beberapa lingkungan di Kelurahan Bende dan sekitarnya kerap mengalami banjir dengan ketinggian air yang bervariasi, terutama saat hujan berlangsung selama beberapa jam.

Baca juga: Ini Panduan Hadapi Banjir dan Longsor Saat Cuaca Ekstrem di Sultra

2. Kelurahan Lepo-Lepo

Wilayah Lepo-Lepo di Kecamatan Baruga juga termasuk kawasan yang berulang kali terdampak banjir. Kondisi topografi yang relatif rendah membuat air mudah menggenang ketika intensitas hujan tinggi. Selain permukiman warga, sejumlah ruas jalan di kawasan ini juga sering mengalami genangan yang menghambat mobilitas masyarakat.

3. Kelurahan Anduonohu
Anduonohu menjadi salah satu kawasan yang sering masuk dalam laporan kebencanaan saat musim hujan. Pertumbuhan kawasan permukiman dan perubahan tata guna lahan menyebabkan daya serap air berkurang. Akibatnya, limpasan air hujan lebih cepat memenuhi saluran drainase dan berpotensi menimbulkan genangan.

4. Kelurahan Kambu dan Kampus Baru
Kawasan Kambu, terutama di sekitar area permukiman padat dan lingkungan sekitar Kampus Baru Universitas Halu Oleo, beberapa kali mengalami banjir akibat tingginya debit air dari daerah perbukitan. Saat hujan deras, sejumlah jalan lingkungan dapat tergenang sehingga aktivitas warga dan mahasiswa terganggu.

Wilayah Kategori Rawan Sedang hingga Rendah

1. Kelurahan Rahandouna
Rahandouna termasuk wilayah yang sesekali mengalami banjir, terutama pada titik-titik dengan saluran drainase yang sempit atau tersumbat.

2. Kawasan Poasia
Beberapa kelurahan di Kecamatan Poasia pernah terdampak banjir akibat kombinasi curah hujan tinggi dan sistem drainase yang belum mampu menampung debit air secara optimal.

3. Kelurahan Punggolaka dan Watulondo
Wilayah ini umumnya mengalami genangan lokal saat hujan lebat dalam waktu lama. Meski tidak selalu menyebabkan banjir besar, warga tetap perlu meningkatkan kewaspadaan.

4. Kawasan Pesisir Teluk Kendari
Daerah yang berada di sekitar pesisir Teluk Kendari menghadapi risiko ganda berupa banjir akibat hujan dan pasang air laut. Kondisi ini membuat genangan dapat bertahan lebih lama dibanding wilayah lain.

Faktor Penyebab Utama: Curah Hujan Tinggi hingga Masalah Drainase

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan banjir masih menjadi tantangan di Kota Kendari.

Pertama, tingginya curah hujan yang terjadi dalam waktu singkat menyebabkan volume air meningkat drastis. Kedua, sedimentasi dan penyempitan saluran drainase mengurangi kapasitas aliran air.

Selain itu, pertumbuhan kawasan permukiman dan pembangunan perkotaan yang pesat turut mengurangi area resapan air. Di sejumlah lokasi, pendangkalan sungai dan kebiasaan membuang sampah ke saluran air juga memperparah kondisi saat musim hujan.

Dampak Rutin yang Dirasakan Warga Setempat Saat Musim Hujan

Banjir di Kendari tidak hanya menyebabkan genangan pada permukiman warga. Aktivitas sekolah, perkantoran, hingga perdagangan sering terganggu ketika jalan utama tergenang.

Kerusakan perabot rumah tangga, kendaraan, hingga fasilitas umum juga menjadi dampak yang kerap dialami masyarakat. Dalam kondisi ekstrem, warga bahkan harus mengungsi sementara hingga air surut.

Analisa Upaya Pemerintah Daerah dalam Penanggulangan Banjir

Pemerintah Kota Kendari bersama pemerintah pusat telah menjalankan berbagai program untuk mengurangi risiko banjir. Beberapa di antaranya meliputi normalisasi sungai, pembangunan dan rehabilitasi drainase, pengerukan sedimentasi, hingga penataan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS). Pembangunan Kolam Retensi Nanga-Nanga juga menjadi salah satu proyek strategis yang diharapkan mampu mengendalikan debit air saat hujan deras.

Selain itu, program penghijauan dan edukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah terus dilakukan untuk mendukung pengurangan risiko banjir dalam jangka panjang.

Panduan Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana untuk Masyarakat

Warga yang tinggal di daerah rawan banjir di Kendari sebaiknya memantau prakiraan cuaca secara berkala, terutama saat musim penghujan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Membersihkan saluran air di sekitar rumah secara rutin.
  • Menyimpan dokumen penting di tempat yang aman dan tahan air.
  • Menyiapkan tas siaga bencana berisi obat-obatan dan kebutuhan darurat.
  • Menghindari melintasi jalan yang tergenang arus deras.
  • Mengikuti informasi resmi dari BPBD dan pemerintah daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riset Penulis

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU