Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 04 JUNI 2026 • 19:46 WIB

Belajar Sejarah Lokal! Ini Momen Penting Lahirnya Provinsi Sulawesi Tenggara

Belajar Sejarah Lokal! Ini Momen Penting Lahirnya Provinsi Sulawesi TenggaraIlustrasi belajar sejarah. (Freepik) (Mufida)

SULTRAIndonesia terbentuk dari perjalanan panjang berbagai wilayah yang memiliki identitas, budaya, dan sejarahnya masing-masing. Sejarah Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan salah satu kisah penting dalam pembentukan daerah di Indonesia timur. Wilayah ini memiliki akar sejarah yang kuat sejak masa kerajaan-kerajaan maritim, mengalami pengaruh kolonial Belanda, hingga akhirnya resmi menjadi provinsi tersendiri pada 27 April 1964 melalui Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1964. Perjalanan panjang tersebut menjadikan Sulawesi Tenggara sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya, sejarah, dan keberagaman etnis.

Saat ini, Sulawesi Tenggara dikenal sebagai provinsi yang terdiri dari daratan dan kepulauan dengan ibu kota di Kendari. Namun jauh sebelum menjadi wilayah administratif modern, kawasan ini telah menjadi pusat aktivitas perdagangan, pelayaran, dan pemerintahan yang berpengaruh di kawasan timur Nusantara.

Baca juga: Mengungkap Sejarah Menarik Kenapa Sulawesi Tenggara Disebut Bumi Anoa

Asal-Usul Nama dan Latar Belakang Historis Sulawesi Tenggara

Nama Sulawesi Tenggara berasal dari letak geografis wilayahnya yang berada di bagian tenggara Pulau Sulawesi. Sebelum dikenal dengan nama tersebut, wilayah ini merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara.

Istilah Sulawesi mulai populer pada masa kolonial untuk menggantikan nama lama Pulau Celebes yang digunakan bangsa Eropa. Setelah Indonesia merdeka, pembagian wilayah administratif terus mengalami penyesuaian hingga lahirlah Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai daerah otonom.

Secara geografis, wilayah ini memiliki posisi strategis karena berada di jalur perdagangan laut yang menghubungkan Maluku, Sulawesi, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara. Faktor tersebut membuat kawasan Sulawesi Tenggara berkembang sebagai pusat interaksi berbagai suku dan budaya sejak ratusan tahun lalu.

Baca juga: Sejarah di Balik 27 April, Hari Jadi Provinsi Sulawesi Tenggara

Jejak Masa Kerajaan dan Era Kolonial di Wilayah Ini

Sebelum kedatangan bangsa Eropa, wilayah Sulawesi Tenggara telah dihuni oleh berbagai kerajaan yang memiliki pengaruh besar di kawasan timur Indonesia.

Kerajaan Buton

Kerajaan atau Kesultanan Buton merupakan salah satu kerajaan terbesar dan paling berpengaruh dalam sejarah Sulawesi Tenggara. Berdiri sejak abad ke-14, Buton berkembang menjadi kerajaan maritim yang memiliki hubungan perdagangan dengan Maluku, Jawa, hingga kawasan Asia Tenggara.

Pada abad ke-16, Kerajaan Buton berubah menjadi kesultanan setelah masuknya Islam. Kesultanan Buton dikenal memiliki sistem pemerintahan yang maju dengan konstitusi tertulis yang disebut Murtabat Tujuh, salah satu sistem hukum tertua di Nusantara.

Kerajaan Konawe

Selain Buton, wilayah daratan Sulawesi Tenggara juga dipengaruhi oleh Kerajaan Konawe. Kerajaan ini diyakini berkembang sejak abad ke-13 dan memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat Tolaki.

Tokoh legendaris yang sering dikaitkan dengan sejarah Konawe adalah Mokole Lakidende, yang hingga kini masih dikenang sebagai simbol kepemimpinan dan persatuan masyarakat Tolaki.

Masa Kolonial Belanda

Pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, wilayah Sulawesi Tenggara mulai masuk dalam pengaruh kolonial Belanda. Pemerintah kolonial menerapkan sistem administrasi yang mengawasi kerajaan-kerajaan lokal, termasuk Kesultanan Buton. Meski berada di bawah pengaruh Belanda, sejumlah kerajaan tetap mempertahankan struktur pemerintahan tradisionalnya. Namun, kekuasaan politik dan ekonomi secara perlahan semakin dikendalikan oleh pemerintah kolonial.

Perjuangan Tokoh Daerah dan Proses Pemekaran Wilayah

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, wilayah Sulawesi mengalami beberapa kali perubahan administratif. Awalnya seluruh Pulau Sulawesi berada dalam satu provinsi besar. Pada tahun 1960, wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara masih berada dalam satu provinsi. Namun luas wilayah dan kebutuhan pembangunan yang berbeda mendorong munculnya aspirasi pembentukan provinsi baru.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riset Penulis

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Belajar Sejarah Lokal! Ini Momen Penting Lahirnya Provinsi Sulawesi Tenggara

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!