SULTRA - Perkembangan kota 5 tahun terakhir menyebabkan meningkatnya investasi properti dan kenaikan harga pada tanah. Harga tanah termahal di Kendari terus mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Kawasan pusat bisnis, area komersial dekat Teluk Kendari, hingga lingkungan elite di Kecamatan Kadia dan Kambu kini memiliki harga tanah yang mencapai jutaan rupiah per meter persegi.
Harga lahan di sejumlah titik strategis bahkan terus naik seiring pembangunan hotel, pusat kuliner, perkantoran, hingga kawasan hunian premium. Tidak heran jika tanah di beberapa area Kendari mulai dipandang sebagai instrumen investasi jangka panjang yang cukup menjanjikan.
Baca juga: Jangan Asal Beli, Ini Tips Membeli Rumah Pertama Biar Nggak Salah Langkah
Daftar Kawasan Elite dengan Harga Tanah Termahal di Kendari
Kawasan By Pass dan Teluk Kendari: Pusat Bisnis Baru yang Terus Berkembang
Area sekitar By Pass Kendari hingga kawasan Teluk Kendari menjadi salah satu titik dengan harga tanah tertinggi di kota ini.
Kisaran harga:
- Rp5 juta hingga Rp15 juta per meter persegi
- Bisa lebih tinggi untuk lokasi pinggir jalan utama
Faktor yang membuat kawasan ini mahal antara lain karena dekat pusat pemerintahan, akses jalan lebar, banyak cafe dan bisnis baru serta ada pemandangan Teluk Kendari. Kawasan ini juga menjadi incaran investor properti karena dinilai memiliki potensi komersial tinggi.
Kecamatan Kadia: Kawasan Premium di Tengah Kota
Kadia dikenal sebagai salah satu wilayah paling strategis di Kendari. Harga tanah di beberapa titik mencapai Rp4 juta - Rp12 juta per meter persegi. Keunggulan kawasan ini adalah:
- Dekat pusat perbelanjaan
- Akses ke sekolah dan kampus
- Banyak perumahan elite
- Infrastruktur relatif lengkap
Tidak heran jika sebagian besar lahan di kawasan ini digunakan untuk rumah mewah, ruko, perkantoran dan tempat usaha kuliner.
Kecamatan Kambu: Favorit Mahasiswa dan Developer Properti
Wilayah Kambu berkembang pesat karena menjadi kawasan pendidikan dan hunian. Kisaran harga tanah mulai dari Rp3 juta - Rp10 juta per meter persegi. Wilayah Kambu dekat dengan Universitas Halu Oleo sehingga ada banyak kos dan kontrakan. Wilayah ini merupakan pertumbuhan bisnis mahasiswa.
Selain itu, akses menuju pusat kota semakin baik dan developer perumahan juga cukup aktif membangun kawasan hunian baru di area ini.
Baca juga: Cari Hunian Murah? Ini Info Harga Rumah Subsidi di Kendari 2026
Kawasan Anduonohu dan Poasia: Mulai Dilirik Investor
Meski sebagian area masih berkembang, beberapa titik di Anduonohu dan Poasia mulai mengalami kenaikan harga signifikan. Harga rata-rata bisa mencapai Rp2 juta - Rp7 juta per meter persegi. Wilayah ini mulai diminati masyarakat yang mencari lahan lebih luas dengan harga relatif lebih rendah dibanding pusat kota.
Faktor Utama yang Membuat Harga Tanah di Kendari Meroket
Beberapa faktor yang memengaruhi tingginya harga tanah di Kendari antara lain:
Infrastruktur dan Akses Jalan
Tanah yang berada dekat jalan utama, kawasan bisnis, bandara, dan pelabuhan biasanya memiliki harga jauh lebih tinggi.
Pertumbuhan Bisnis dan Kuliner
Munculnya tren nongkrong di cafe modern, hotel, tempat hiburan, ruko dan pusat usaha membuat nilai lahan di sekitarnya ikut meningkat.
Kedekatan dengan Kampus dan Perkantoran
Apabila kawasan berada di dekat Universitas Halu Oleo, kantor pemerintahan, dan area perdagangan maka akan memiliki permintaan tinggi untuk kos-kosan, kontrakan, dan tempat usaha.
Perbandingan Harga Tanah Pusat Kota vs Pinggiran Kendari
Pusat Kota
Teluk Kendari & By Pass
Rp5 juta-Rp15 juta
Kadia
Rp4 juta-Rp12 juta
Kambu
Rp3 juta-Rp10 juta
Poasia
Rp2 juta-Rp7 juta
Pinggiran Kendari
Mulai Rp500 ribu-Rp2 juta
Harga tersebut dapat berubah tergantung lebar jalan, status sertifikat, posisi lahan, dan potensi bisnis.
Apakah Harga Tanah di Kendari Masih Bisa Naik?
Sejumlah pengamat properti menilai harga tanah di Kendari masih berpotensi meningkat karena beberapa alasan.
- Pertumbuhan kota yang terus berkembang
- Infrastruktur baru
- Investasi sektor perdagangan dan jasa
- Perkembangan wisata Teluk Kendari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis