Jumat, 17 APRIL 2026 • 20:29 WIB

Bukan Cuma Tolaki dan Buton, Ini Daftar Bahasa Daerah di Sulawesi Tenggara yang Jarang Diketahui

Author

Sulawesi Tenggara memiliki beberapa bahasa daerah. (Freepik/fabrikasimf) (Mufida)

SULTRA - Bahasa daerah merupakan salah satu bentuk identitas yang paling kuat. Di Indonesia, keberagaman bahasa menjadi kekayaan budaya yang tidak ternilai, termasuk bahasa daerah di Sulawesi Tenggara yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat multietnis.

Provinsi Sulawesi Tenggara dikenal sebagai wilayah dengan keragaman suku yang tinggi. Setiap suku tidak hanya memiliki adat dan tradisi yang berbeda, tetapi juga bahasa yang menjadi alat komunikasi sekaligus simbol identitas kolektif. Dari daratan hingga kepulauan, bahasa-bahasa ini mencerminkan sejarah panjang interaksi sosial dan budaya masyarakat setempat.

Baca juga: Warisan Leluhur! Ini Deretan Senjata Tradisional Khas Sultra yang Penuh Makna

Ragam Bahasa Daerah Utama di Sulawesi Tenggara

Beberapa bahasa daerah yang paling dominan di Sulawesi Tenggara antara lain:

Bahasa Tolaki

Bahasa ini digunakan oleh Suku Tolaki yang mendiami wilayah daratan, terutama di Kabupaten Konawe dan sekitarnya. Bahasa Tolaki memiliki struktur yang khas dan sering digunakan dalam upacara adat serta komunikasi sehari-hari.

Bahasa Muna

Digunakan oleh masyarakat di Pulau Muna dan sekitarnya, bahasa ini memiliki dialek yang beragam tergantung wilayah. Bahasa Muna juga dikenal memiliki sistem tutur yang mencerminkan stratifikasi sosial.

Bahasa Wolio (Buton)

Bahasa Wolio merupakan bahasa tradisional yang berkembang di wilayah Kesultanan Buton. Bahasa ini memiliki nilai historis tinggi karena digunakan dalam naskah-naskah kuno dan tradisi pemerintahan masa lalu.

Bahasa Moronene

Bahasa ini digunakan oleh Suku Moronene di wilayah Bombana. Meski jumlah penuturnya tidak sebesar bahasa lain, Moronene tetap menjadi bagian penting dari identitas lokal.

Bahasa Bajo

Digunakan oleh komunitas Suku Bajo yang dikenal sebagai masyarakat pesisir dan pelaut. Bahasa ini memiliki pengaruh maritim yang kuat dan tersebar di wilayah kepulauan.

Persebaran dan Keunikan Linguistik

Bahasa daerah di Sulawesi Tenggara tidak hanya berbeda dari segi kosakata, tetapi juga dalam struktur kalimat, intonasi, hingga sistem penghormatan dalam berbicara. Misalnya, beberapa bahasa memiliki tingkatan tutur yang digunakan untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang yang lebih tua atau memiliki status sosial tertentu.

Selain itu, faktor geografis seperti wilayah kepulauan turut memengaruhi variasi dialek. Tidak jarang satu bahasa memiliki beberapa dialek yang cukup berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Baca juga: Ada Berapa Suku di Sulawesi Tenggara?

Tantangan Pelestarian di Era Modern

Perkembangan teknologi dan dominasi bahasa nasional serta bahasa asing membuat penggunaan bahasa daerah mulai berkurang, terutama di kalangan generasi muda. Banyak anak muda yang lebih nyaman menggunakan bahasa Indonesia atau bahkan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari.

Padahal, bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga sarana pewarisan nilai, norma, dan kearifan lokal. Jika tidak dijaga, bukan tidak mungkin beberapa bahasa akan mengalami kepunahan.

Upaya Pelestarian Bahasa Daerah

Berbagai langkah mulai dilakukan untuk menjaga eksistensi bahasa daerah di Sulawesi Tenggara, antara lain:

  • Pengajaran muatan lokal di sekolah
  • Dokumentasi bahasa dalam bentuk kamus dan literatur
  • Penggunaan bahasa daerah dalam acara adat dan media lokal

Upaya ini penting agar generasi mendatang tetap memiliki akses terhadap identitas budaya mereka sendiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riset Penulis

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU