Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 02 OKTOBER 2025 • 10:02 WIB

Makna Motif Laut, Adat, dan Identitas yang Terlukis di Kain Batik Sulawesi Tenggara

Makna Motif Laut, Adat, dan Identitas yang Terlukis di Kain Batik Sulawesi TenggaraMotif batik Wakatobi dari Sulawesi Tenggara. (Dok. Indonesia Batik) (Mufida)

SULTRA - Setiap tanggal 2 Oktober, masyarakat Indonesia merayakan Hari Batik Nasional sebagai peringatan nasional terhadap batik sebagai warisan budaya tak benda UNESCO. Di tengah dominasi motif Jawa yang lebih dikenal luas, Sulawesi Tenggara (Sultra) ternyata juga punya kekayaan batik yang tidak kalah menarik, bahkan sarat dengan identitas maritim dan budaya lokal.

Berbeda dengan batik di Jawa yang banyak menampilkan flora dan filosofi kosmologi, batik Sultra justru menonjolkan motif laut dan hasil bumi, seperti pada Batik khas Wakatobi. Hal ini wajar, mengingat Sultra dikenal sebagai provinsi kepulauan dengan potensi bahari yang besar. Motif seperti ikan, perahu, ombak, terumbu karang, hingga rumput laut sering menjadi inspirasi perajin batik setempat. Tidak hanya estetis, motif tersebut juga mencerminkan kehidupan masyarakat yang sehari-hari bergantung pada laut.

Baca juga: Mau Lihat Jejak Budaya dan Kearifan Lokal Muna? Ayomi ke Museum Bharugano Wuna

Selain laut, hasil bumi khas Sultra juga hadir dalam motif batik. Misalnya, buah mete, kelapa, dan sagu yang menjadi simbol keseharian sekaligus ekonomi masyarakat.

Suku Tolaki dan Buton merupakan dua etnis besar di Sultra. Dua etnis ini memberi pengaruh kuat dalam ragam batik lokal. Batik bermotif kalosara, simbol adat Tolaki yang melambangkan persatuan dan keseimbangan hidup, kini mulai populer diaplikasikan pada kain batik.
Sementara itu, di Buton, corak yang terinspirasi dari tenun khas Buton dipadukan dengan teknik batik, sehingga menghadirkan karya yang unik yakni perpaduan dua warisan tekstil Nusantara dalam satu kain.

Baca juga: Sajo Moane Posa’asa: Harmoni Tari Wakatobi-Kendari di HUT ke-80 Kemerdekaan RI

Saat ini, penggunaan batik lokal menjadi tren mode yang berkembang di Sulawesi Tenggara. Mulai dari murid sekolah hingga pegawai kantoran memiliki batik lokalnya tersendiri.

Batik Sultra bukan hanya soal motif dan warna, melainkan juga tentang identitas daerah. Ketika dikenakan, batik menjadi media untuk menceritakan kekayaan laut, adat, dan kehidupan masyarakat Sultra kepada dunia luar.
Di Hari Batik Nasional ini, batik Sultra layak mendapat panggung lebih luas agar bisa sejajar dengan batik-batik daerah lain yang sudah lebih dulu mendunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: I Ware Batik

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Makna Motif Laut, Adat, dan Identitas yang Terlukis di Kain Batik Sulawesi Tenggara

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!