SULTRA - Sejarah peradaban manusia tidak hanya tersimpan dalam buku atau artefak, tetapi juga tertinggal di dinding-dinding gua yang sunyi. Dari berbagai penemuan arkeologi di dunia, keberadaan lukisan tertua di dunia selalu menjadi perhatian karena menyimpan jejak awal kreativitas manusia. Menariknya, salah satu temuan paling signifikan justru berada di Indonesia, tepatnya di wilayah Sulawesi Tenggara, yang selama ini mungkin lebih dikenal karena lautnya daripada sejarah purbanya.
Penemuan tersebut berada di Goa Metanduno, sebuah situs arkeologi di Pulau Muna yang kini mulai dilirik sebagai lokasi penting dalam kajian sejarah manusia purba.
Baca juga: Jarang Dibahas, Ini 3 Tempat Wisata Alam di Sultra yang Bikin Nagih
Penemuan Lukisan Tertua di Dunia di Pulau Muna
Pada awal tahun 2026, para peneliti mengumumkan hasil studi terbaru yang menunjukkan bahwa lukisan cap tangan di Goa Metanduno memiliki usia sekitar 67.800 tahun. Penentuan usia ini dilakukan menggunakan metode ilmiah laser-ablation uranium-series, yang umum digunakan untuk mengukur umur mineral yang menutupi lukisan cadas.
Hasil tersebut menjadikan Goa Metanduno sebagai kandidat kuat lokasi lukisan tertua di dunia, bahkan melampaui beberapa situs terkenal di Eropa yang selama ini dianggap sebagai pusat seni prasejarah.
Apa Saja yang Tergambar di Dinding Gua?
Goa Metanduno bukan hanya menyimpan satu atau dua gambar sederhana. Di dalamnya terdapat lebih dari 300 lukisan cadas yang menggambarkan berbagai aspek kehidupan manusia purba.
Beberapa motif yang ditemukan antara lain:
- Cap tangan negatif sebagai simbol eksistensi manusia
- Gambar hewan seperti anoa, rusa, babi, dan anjing
- Ilustrasi manusia berburu dan berkuda
- Simbol perahu dan matahari
Keberagaman gambar ini menunjukkan bahwa manusia pada masa itu sudah memiliki kemampuan berpikir simbolik dan budaya visual yang cukup kompleks.
Baca juga: Sungai Terpendek di Dunia Ternyata Ada di Kolaka, Sulawesi Tenggara
Mengapa Dinamai Metanduno?
Nama “Metanduno” sendiri memiliki arti “hewan bertanduk”. Hal ini merujuk pada dominasi gambar fauna dalam gua tersebut, khususnya hewan-hewan yang menjadi bagian dari kehidupan manusia purba di wilayah tersebut.
Penamaan ini bukan sekadar identitas, tetapi juga mencerminkan hubungan erat antara manusia dan lingkungan sekitarnya pada masa itu.
Lokasi dan Cara Menuju Goa Metanduno
Secara administratif, Goa Metanduno terletak di Desa Liangkabori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna. Lokasinya cukup berdekatan dengan situs lain yang juga terkenal, yaitu Gua Kabori.
Untuk mencapai lokasi ini, perjalanan dimulai dari Kota Raha atau pelabuhan terdekat di Pulau Muna, dilanjutkan dengan kendaraan darat menuju Desa Liangkabori. Akses menuju gua sudah dilengkapi tangga, meskipun tetap membutuhkan stamina.
Apakah Ada Tiket Masuk dan Fasilitas?
Sebagai destinasi wisata edukasi, Goa Metanduno sudah mulai dilengkapi fasilitas dasar, meskipun belum sepenuhnya modern. Tiket masuk relatif terjangkau (umumnya dikelola masyarakat lokal). Untuk masuk ke dalam gua, tersedia tangga. Di lokasi ini juga bisa menyaksikan stalaktit dan stalagmit alami.
Tidak perlu khawatir akan kebingungan di dalam gua karena sudah tersedia pemandu lokal untuk menjelaskan sejarah situs. Namun, wisatawan tetap disarankan menjaga etika, karena ini adalah situs bersejarah, bukan sekadar tempat foto-foto.
Dengan statusnya sebagai lokasi lukisan tertua di dunia, Goa Metanduno memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata sejarah kelas internasional. Sayangnya, popularitasnya masih kalah dibanding situs serupa di luar negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram