SULTRA - Di bulan Syawal, ada beberapa puasa sunnah yang dianjurkan sekaligus, mulai dari puasa enam hari Syawal, Ayyamul Bidh, hingga Senin Kamis. Tidak heran muncul pertanyaan, apakah bisa digabung? Oleh karena itu, orang membutuhkan panduan puasa sunnah bulan syawal agar ibadah lebih khusyuk dan benar.
Baca juga: Jangan Sampai Terlewat, Ini Waktu dan Niat Puasa Ayyamul Bidh yang Sering Dilupakan
Jenis Puasa Sunnah yang Bisa Dilakukan di Bulan Syawal
Sebelum membahas penggabungan, pahami dulu tiga jenis puasa yang sering “bertabrakan jadwal” ini:
1. Puasa Syawal (6 Hari)
Puasa Syawal dilaksanakan setelah Idul Fitri selama bulan Syawal.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa berpuasa Ramadan, kemudian diikuti enam hari di bulan Syawal, maka seakan-akan ia berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim)
2. Puasa Ayyamul Bidh
Dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Hal ini berdasakan dalil bahwa Rasulullah SAW menganjurkan puasa tiga hari setiap bulan. (HR. Bukhari & Muslim). Di bulan Syawal ini, 13, 14, dan 15 bulan Hijriah jatuh pada tanggal 1, 2, dan 3 April 2026.
3. Puasa Senin Kamis
Puasa rutin mingguan yang dianjurkan karena hari tersebut amal manusia diangkat.
Dalil:
“Amal-amal diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis...” (HR. Tirmidzi)
Apakah Boleh Menggabungkan Puasa Sunnah?
Lalu, apakah boleh untuk menggabungkan tiga puasa tadi di Bulan Syawal? Dalam fikih, dikenal konsep niat yang mencakup beberapa ibadah sunnah sekaligus, selama tidak bertentangan. Banyak ulama membolehkan penggabungan niat puasa sunnah, misalnya niat Puasa Syawal dan niat puasa Senin serta niat puasa Ayyamul Bidh dan niat puasa Kamis.
Bahkan bisa mencakup ketiganya sekaligus jika waktunya bertepatan. Namun, ada catatan penting:
- Pahala tetap ada, tapi sebagian ulama berpendapat pahalanya kemungkinan tidak penuh.
- Lebih utama jika dilakukan terpisah bagi yang mampu
Jadi, penggabungannya diperbolehkan, agar lebih efisien bagi yang realistis dengan waktu, namun apabila mampu, bisa dipisah saja.
Bagaimana Niatnya Jika Digabung?
Apabila berencana menggabung tiga puasa tersebut sekaligus, maka niatnya cukup satu, tapi mencakup semua tujuan.
Contoh niat umum:
Baca juga: Amalan Setelah Ramadhan yang Dianjurkan: Puasa Sunnah, Sedekah, dan Cara Istiqomah
نَوَيْتُ صَوْمَ سُنَّةِ الشَّوَّالِ وَأَيَّامِ الْبِيْضِ وَيَوْمِ الاِثْنَيْنِ/الْخَمِيْسِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma sunnati syawwal wa ayyāmil bīdh wa yaumal itsnain/khamis lillāhi ta‘ālā
Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Syawal, Ayyamul Bidh, dan Senin/Kamis karena Allah Ta’ala.”
Kalau terasa terlalu panjang, niat juga boleh cukup di dalam hati tanpa dilafalkan, karena yang utama adalah kesungguhan niat.
Strategi Menggabungkan Puasa dengan Efektif
- Senin, 30 maret (10 Syawal): Puasa Syawal dan Puasa Senin Kamis
- Selasa, 31 maret (11 Syawal): Puasa Syawal
- Rabu, 1 April (12 Syawal): Puasa Syawal
- Kamis, 2 April (13 syawal): Puasa Syawal, Puasa Senin Kamis, dan Puasa Ayyamul Bidh
- Jum'at, 3 April (14 Syawal): Puasa Syawal dan Puasa Ayyamul Bidh
- Sabtu, 4 April (15 Syawal): Puasa Syawal dan Puasa Ayyamul Bidh
Dengan panduan dan strategi ini, kamu sudah bisa menunaikan 6 hari Puasa Syawal, 3 hari puasa Ayyamul Bidh serta puasa Senin Kamis.
Panduan puasa sunnah bulan syawal menunjukkan bahwa menggabungkan puasa Syawal, Ayyamul Bidh, dan Senin Kamis diperbolehkan dalam Islam, selama niatnya jelas dan tidak bertentangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hadits