Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 19 MARET 2026 • 13:13 WIB

Dalil, Niat, dan Keutamaan Puasa Syawal

Dalil, Niat, dan Keutamaan Puasa SyawalIlustrasi halal bihalal lebaran idul fitri. (Freepik) (Mufida)

SULTRA - Setelah Ramadan berakhir, banyak umat Muslim melupakan bulan setelahnya. Padahal, ada amalan sunnah yang justru menyempurnakan ibadah sebelumnya, yaitu puasa Syawal. Dalam ajaran Islam, dalil puasa Syawal menjadi dasar kuat yang menunjukkan keutamaan menjalankan puasa enam hari di bulan Syawal setelah Idulfitri.

Dalil Puasa Syawal dan Dasar Hukumnya

Puasa Syawal memiliki landasan yang jelas dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Salah satu hadis yang sering dijadikan rujukan berbunyi:

Baca juga: Niat Puasa Ramadhan yang Benar, Ini Penjelasannya

“Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim)

Dalil puasa Syawal ini menjelaskan bahwa amalan tersebut bersifat sunnah, tetapi memiliki keutamaan yang sangat besar. Secara hukum, puasa ini tidak wajib, namun sangat dianjurkan bagi umat Islam yang ingin meraih pahala tambahan.

Keutamaan Puasa Syawal yang Jarang Disadari

Puasa enam hari di bulan Syawal bukan sekadar ibadah tambahan. Ada beberapa keutamaan yang bisa diperoleh, antara lain:

Pahala seperti puasa setahun penuh
Hal ini berdasarkan perhitungan bahwa satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali.

Menyempurnakan puasa Ramadan
Seperti halnya salat sunnah yang menyempurnakan salat wajib, puasa Syawal berfungsi melengkapi kekurangan selama Ramadan.

Tanda diterimanya ibadah Ramadan
Konsistensi dalam beribadah setelah Ramadan bisa menjadi indikator bahwa amal sebelumnya diterima.

Kapan dan Bagaimana Melaksanakan Puasa Syawal?

Puasa Syawal dapat dilakukan mulai tanggal 2 Syawal hingga akhir bulan. Pelaksanaannya fleksibel, bisa dilakukan secara berurutan (6 hari langsung setelah Idulfitri) atau tidak berurutan (disesuaikan dengan kondisi masing-masing).

Namun, bagi yang masih memiliki utang puasa Ramadan, disarankan untuk mengqadha terlebih dahulu sebelum menjalankan puasa Syawal.

Baca juga: Menyambut Hari Kemenangan, Menilik Suasana Malam Takbiran di Kendari

Niat Puasa Syawal

Niat puasa Syawal cukup dilakukan dalam hati, tetapi bisa dilafalkan sebagai berikut:

“Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati Syawwal lillahi ta’ala.”

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hadits

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dalil, Niat, dan Keutamaan Puasa Syawal

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!