SULTRA - Setelah Ramadan berakhir, umat Islam sering melanjutkan ibadah dengan dua jenis puasa, yaitu puasa Syawal dan puasa qadha. Memahami niat puasa Syawal dan puasa qadha menjadi hal penting, karena niat adalah syarat sah dalam setiap ibadah, termasuk puasa. Tanpa niat yang tepat, ibadah yang dilakukan bisa kehilangan maknanya, bahkan berisiko tidak sah secara hukum.
Pentingnya Niat dalam Puasa
Dalam Islam, niat bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi penentu sah atau tidaknya suatu ibadah. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.”
Artinya, meskipun seseorang menahan lapar dan haus seharian, tanpa niat yang benar, hal tersebut tidak dianggap sebagai ibadah puasa.
Baca juga: Dalil, Niat, dan Keutamaan Puasa Syawal
Niat Puasa Syawal
Puasa Syawal merupakan puasa sunnah yang dilakukan selama enam hari di bulan Syawal setelah Idulfitri. Berikut lafal niatnya:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سُنَّةِ شَوَّالٍ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an sunnati Syawwal lillahi ta’ala
Arti:
“Saya niat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah ta’ala.”
Niat ini bisa diucapkan di malam hari hingga sebelum fajar. Untuk puasa sunnah seperti Syawal, sebagian ulama juga membolehkan niat dilakukan di pagi hari, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Niat Puasa Qadha
Puasa qadha adalah puasa wajib untuk mengganti puasa Ramadan yang ditinggalkan. Karena sifatnya wajib, niat puasa qadha harus lebih diperhatikan.
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi Ramadhana lillahi ta’ala
Arti:
“Saya niat puasa esok hari untuk mengganti puasa wajib Ramadan karena Allah ta’ala.”
Berbeda dengan puasa sunnah, niat puasa qadha harus dilakukan sejak malam hari sebelum terbit fajar.
Baca juga: Puasa Qadha vs Puasa Syawal, Mana yang Didahulukan?
Perbedaan Utama Puasa Syawal dan Qadha
Puasa Syawal merupakan puasa sunnah sementara puasa Qadha sifatnya wajib. Niat puasa Syawal boleh dilakukan di pagi hari (dengan syarat tertentu), sementara untuk puasa qadha wajib di malam hari.
Puasa Syawal dilakukan untuk mendapatkan pahala tambahan, sedangkan puasa qadha untuk mengganti kewajiban. Kesalahan yang sering terjadi adalah mencampur niat keduanya dalam satu puasa. Sebagian ulama memperbolehkan, tetapi sebagian lainnya tidak menganjurkan karena masing-masing memiliki tujuan berbeda.
Bolehkah Menggabungkan Niat?
Sebagian ulama membolehkan menggabungkan niat puasa Syawal dan qadha, sehingga mendapatkan dua pahala sekaligus. Sebagian lainnya tidak menganjurkan, karena puasa qadha adalah kewajiban yang sebaiknya dilakukan secara khusus.
Pendapat yang lebih aman adalah memisahkan keduanya, terutama jika ingin mendapatkan keutamaan puasa Syawal secara penuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hadits