Sabtu, 07 FEBRUARI 2026 • 20:24 WIB

Mengenal Gua Lapahia di Sultra, Surga Cave Diving Alami Favorit Wisatawan Asing

Author

Ilustrasi wisata gua. (Freepik) (Mufida)

SULTRA - Wisata gua di Sultra tidak melulu soal stalaktit atau gua kering biasa. Di Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, terdapat Gua Lapahia yang dikenal luas di kalangan penyelam dunia sebagai spot cave diving alami kelas internasional. Tak heran Buton sering disebut sebagai Negeri 1000 Gua. Meski belum banyak disorot media arus utama, gua ini rutin dikunjungi wisatawan mancanegara yang mencari keaslian alam, bukan wahana buatan.

Gua Lapahia berada di kawasan yang dijuluki Negeri 1000 Gua, wilayah dengan ratusan gua kering dan gua berair yang masih alami. Justru karena minim sentuhan manusia, daya tariknya terasa lebih kuat.

Baca juga: Butuh Healing? Nikmati Sinonggi dan Pokea di Hutan Pinus Desa Baini Konawe

Lokasi dan Akses Gua Lapahia

Gua Lapahia terletak di Desa Wisata Kamama, Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, dan dapat diakses dengan kapal dari pusat kota Kendari lalu perjalanan darat. Menariknya, jarak gua ini kurang dari 50 meter dari Kadena Glamping, sehingga wisatawan tidak perlu trekking panjang atau medan ekstrem untuk mencapainya.

Akses menuju lokasi relatif mudah untuk wisatawan nusantara, terutama yang ingin menjajal wisata alam tanpa harus masuk hutan terlalu dalam.

Karakteristik Gua Lapahia

Gua Lapahia termasuk gua berair, dengan karakter air yang sangat jernih, suhu dinginnya masih alami, minim arus dan sampai saat ini tidak memiliki sentuhan buatan manusia. Kondisi ini menjadikannya lokasi ideal untuk penyelaman gua (cave diving). Namun perlu dicatat, aktivitas menyelam hanya direkomendasikan bagi penyelam berpengalaman dan bersertifikasi, mengingat cave diving memiliki risiko tinggi.

Bagi wisatawan umum, menikmati kejernihan air dan suasana sunyi gua sudah cukup memberi pengalaman berbeda dari wisata mainstream. Hasil eksplorasi penyelam lokal pada tahun 2021 menemukan tiga gua berair potensial di wilayah ini, yaitu Gua Lapahia, Gua Oeno Maraai, dan Gua Kasakawanggasa. Ketiganya kini menjadi daya tarik utama wisata gua di Sultra, khususnya bagi komunitas penyelam internasional yang mencari spot alami dan belum ramai.

Misteri Tulisan China di Dalam Gua

Salah satu hal paling menarik dari Gua Lapahia adalah ditemukannya tulisan China di dalam gua, sebagaimana terdokumentasi dalam foto-foto warga dan penyelam. Keberadaan tulisan ini memunculkan banyak pertanyaan tentang jalur pelayaran kuno, interaksi budaya masa lalu, dan sejarah jejak maritim. Hingga kini, temuan tersebut belum dikaji secara mendalam oleh arkeolog, sehingga masih menjadi misteri terbuka yang menambah nilai historis kawasan ini.

Baca juga: Jarang Dibahas, Ini 3 Tempat Wisata Alam di Sultra yang Bikin Nagih

Pengalaman Wisata yang Ditawarkan

Wisatawan yang datang ke Gua Lapahia pastinya akan merasakan pengalaman healing atau wisata yang menawarkan keheningan alam
serta menyaksikan keaslian gua tanpa modifikasi, air alami yang bisa dinikmati langsung dan pengalaman eksklusif tanpa keramaian. Banyak pelancong memilih menginap di Kadena Glamping, lalu menikmati gua sejak pagi hari ketika suasana masih sangat tenang. 

Tips Berkunjung ke Gua Lapahia

  1. Datang pagi hari untuk pengalaman terbaik
  2. Gunakan pemandu lokal
  3. Jangan merusak formasi alam atau coretan gua
  4. Cave diving hanya untuk penyelam berpengalaman
  5. Bawa perlengkapan pribadi karena fasilitas terbatas

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram Pariwisata Sultra

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU