Politeknik Baubau Melaju ke Abdidaya ORMAWA 2025 Berkat Inovasi Pemberdayaan di Desa Kaongkeokea
SULTRA - Upaya mahasiswa Politeknik Baubau dalam membangun kapasitas masyarakat kembali mendapat perhatian pada level nasional. Tahun ini, tim Program Pengembangan Kapasitas Organisasi Mahasiswa berhasil masuk dalam daftar peserta Abdidaya ORMAWA 2025 yang akan berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang mulai 4 hingga 7 Desember mendatang.
Prestasi tersebut bukan muncul secara tiba-tiba. Program yang mereka jalankan selama beberapa bulan terakhir menonjol karena pendekatannya yang menyatukan riset, praktik lapangan, dan kerja kolaboratif dengan masyarakat Desa Kaongkeokea. Mahasiswa tidak sekadar menjalankan kegiatan seremonial, tetapi terlibat dalam rangkaian proses mulai dari membaca persoalan di lapangan hingga menyusun intervensi yang relevan dengan kondisi lokal.
Baca juga: Film Asal Sultra “Harta Karun Wau” Siap Tayang Perdana di JAFF 2025
Program PPK ORMAWA sendiri dikenal sebagai wadah bagi organisasi kemahasiswaan untuk mengembangkan kapasitas berpikir dan memimpin melalui proyek-proyek berbasis pengabdian. Salah satu tujuannya adalah memantik inovasi yang bisa memberi manfaat sosial dan bertahan dalam jangka panjang.
Di Kaongkeokea, tim Politeknik Baubau memilih fokus pada potensi sumber daya desa. Mereka mengembangkan produk minyak kemiri serta bubuk kemiri panggang sebagai bentuk diversifikasi ekonomi berbasis komoditas lokal. Produk ini lahir dari proses pendampingan yang melibatkan warga, sekaligus menjadi contoh bagaimana aset desa dapat dikelola menjadi peluang usaha.
Baca juga: Kreativitas Tanpa Batas: Produk Warga Binaan Sultra Tembus Pasar Nasional
Pendekatan semacam ini menunjukkan bahwa kerja-kerja pemberdayaan tidak selalu butuh teknologi spektakuler. Yang dibutuhkan justru kemampuan membaca kebutuhan masyarakat, memetakan potensi, dan menyusun strategi pelaksanaan yang konsisten. Itu pula yang membuat program ini dilirik sebagai salah satu yang layak tampil di Abdidaya ORMAWA.
Bagi Politeknik Baubau, keikutsertaan ini bukan sekadar pencapaian. Mereka berharap momentum tersebut mendorong lebih banyak mahasiswa terlibat dalam pengabdian berbasis ilmu pengetahuan, sekaligus memperkuat budaya inovasi yang memberi nilai nyata bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Politeknik Baubau