SULTRA - Film “Harta Karun Wau”, karya sineas muda dari Sulawesi Tenggara, dipastikan ikut meramaikan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025. Film ini dijadwalkan diputar pada 3 Desember 2025, pukul 16.00 WIB, bertempat di Empire XXI, Yogyakarta. Informasi tersebut diumumkan melalui unggahan resmi tim film, yang menyebut pemutaran ini sebagai langkah penting bagi perfilman daerah.
JAFF sendiri dikenal sebagai salah satu festival film terbesar di Asia Tenggara yang berfokus pada perkembangan sinema Asia. Festival ini rutin digelar setiap akhir tahun di Yogyakarta sejak 2006 dan menjadi ruang temu bagi pembuat film independen, pekerja seni, serta penonton dari berbagai negara. Pada 2025, JAFF kembali menghadirkan program kompetisi dan nonkompetisi untuk menampilkan karya-karya baru yang dianggap relevan dengan perkembangan sinema kontemporer.
Baca juga: Dua Karya Andhy Loppes Eba Menyala di Langit Film Islami Nasional
“Harta Karun Wau” membawa cerita petualangan anak-anak yang berlatar budaya Sulawesi Tenggara. Film ini mengikuti perjalanan Boy Ode, seorang anak yatim yang cerdas dan mencintai musik. Ia tinggal bersama kakeknya yang kerap mengisahkan legenda Harta Karun Waode Wau, kisah lama yang selama ini hanya dianggap dongeng.
Cerita berubah ketika Boy bersama dua sahabatnya, Cikulu dan Ode, menemukan sebuah peta kuno. Temuan itu memicu petualangan yang lebih besar dari yang mereka bayangkan. Langkah mereka ternyata menarik perhatian La Cobra, seorang bajak laut brutal yang tak segan mengejar siapa pun demi mendapatkan harta tersebut.
Baca juga: “Komang” Kuasai Panggung IMAA 2025, Bukti Cerita Personal Masih Jadi Favorit Publik
Pengejaran membawa mereka ke Pulau Ular, wilayah suku kanibal Kelor, tempat mereka bertemu dengan Aba Gugu, sosok misterius yang kemudian membantu mereka bertahan dari berbagai ancaman. Ketegangan memuncak ketika La Cobra sempat merebut peti harta karun. Namun, isi peti ternyata telah diamankan diam-diam oleh Cikulu, membuat perburuan La Cobra berujung sia-sia.
Pada akhirnya, Boy dan kedua sahabatnya berhasil menemukan dan menyelamatkan Harta Karun Waode Wau yang asli. Kisah ini tidak hanya menampilkan petualangan, tetapi juga nilai keberanian, persahabatan, dan kecerdikan anak-anak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram @hartakarunwau_film