Kamis, 31 JULI 2025 • 21:28 WIB

Retret Ala Wali Kota Kendari: Tiga Hari Menyatu dengan Alam, Membangun Birokrasi yang Punya Hati

Author

Mulai 1 hingga 3 Agustus 2025, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengajak para pejabatnya menjalani retret pemerintahan di Kebun Raya Kendari. (Instagram/kendarikotagoid) (Mufida)

SULTRA - Mulai 1 hingga 3 Agustus 2025, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengajak para pejabatnya menjalani retret pemerintahan di Kebun Raya Kendari. Sebuah inisiatif yang tidak hanya menyentuh aspek kerja, tapi juga mengangkat dimensi batiniah dan hubungan antarindividu dalam birokrasi.

Retret ini bukan sekadar agenda ‘refreshing’, tapi bentuk investasi jangka panjang dalam budaya kerja pemerintahan. Di tengah tekanan pekerjaan dan rutinitas administratif, kegiatan ini menjadi ruang jeda artinya tempat para pemimpin saling memahami bukan sebagai atasan dan bawahan, tapi sebagai manusia yang sedang menunaikan tugas besar: melayani masyarakat.

Baca juga: Hari Mangrove Sedunia: Wakil Ketua DPRD Kendari Turun ke Pesisir Tanam Bibit dan Komitmen Jaga Alam

Pilihan lokasi juga berbicara banyak. Bagi Siska, Kebun Raya Kendari bukan sekadar latar, tapi juga simbol. Ia menyebut tempat ini sebagai "harta terpendam kota", sebuah ruang publik alami yang selama ini belum sepenuhnya diberdayakan. Retret ini sekaligus jadi pernyataan simbolik bahwa alam bukan hanya perlu dilestarikan, tapi juga dihidupi.

“Anak-anak muda harus tumbuh dengan kecintaan pada alam dan lingkungan,” lanjutnya. “Kami ingin Kebun Raya ini jadi ruang hidup, ruang interaksi, dan ruang edukasi yang inklusif. Ini juga pesan penting yang kita tanamkan lewat kegiatan ini.”

Baca juga: Agrowisata California Cialam: Wisata Edukatif dan Alam di Dekat Kendari

Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, yang ikut mendukung penuh kegiatan ini, menyebut pengalaman retret bisa menjadi titik balik dalam cara seorang pemimpin bekerja dan memaknai tanggung jawab. Ia mengingat bagaimana kegiatan serupa pernah membuatnya belajar banyak tentang refleksi diri, kedisiplinan, dan pentingnya berjalan bersama sebagai satu tim.

Retret ini diisi dengan diskusi terbuka, sesi refleksi, kegiatan kelompok, hingga jelajah alam. Format yang menyegarkan ini memungkinkan para pemimpin untuk melihat hal-hal penting di luar tumpukan dokumen seperti empati, komunikasi jujur, dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

Baca juga: PPATK Buka Lagi Jutaan Rekening yang Sebelumnya Sudah Diblokir

Retret pemerintahan ini mungkin hanya berlangsung tiga hari. Namun nilai yang ditanamkan seperti kebersamaan, refleksi, dan cinta pada kota diharapkan bergaung jauh lebih lama. Sebab, di balik layanan publik yang efektif, selalu ada birokrasi yang bekerja bukan hanya dengan kepala, tapi juga dengan hati. Dan itu dimulai dari sebuah langkah kecil: duduk bersama di tengah alam, dan mendengarkan kembali suara komitmen yang sempat terlupakan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkot Kendari

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU