Ilustrasi hewan kurban. (Freepik) (Mufida)
SULTRA - Kisah nabi ibrahim ketika diperintahkan menyembelih putranya sendiri, Nabi Ismail AS merupakan kisah pengorbanan paling fenomenal dalam Agama Islam. Peristiwa ini bukan sekadar cerita, melainkan fondasi spiritual yang melahirkan ibadah kurban dalam Islam hingga hari ini.
Kisah ini diabadikan dalam Al-Qur’an dan menjadi simbol ketaatan dan keimanan. Pengorbanan yang merupakan ujian bukan hanya bagi seorang ayah, tetapi juga bagi seorang anak yang memilih patuh tanpa ragu.
Nabi Ibrahim AS dikenal sebagai sosok yang teguh dalam tauhid, namun perjalanan hidupnya tidak lepas dari ujian panjang, termasuk penantian akan keturunan. Dalam usia yang tidak lagi muda, Allah SWT mengaruniakan seorang putra, Ismail AS, yang kelak menjadi cahaya harapan.
Kehadiran Ismail sebagai anak sekaligus amanah besar bagi kedua orang tuanya.
Perintah penyembelikan Nabi Ismail datang melalui mimpi. Dalam ajaran Islam, mimpi para nabi adalah wahyu. Nabi Ibrahim AS melihat dirinya menyembelih putranya sendiri.
Hal ini tertuang dalam Al-Qur’an Surah As-Saffat ayat 102:
"Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu."
Baca juga: Doa Minum Air Zam Zam dan Adabnya yang Sering Diabaikan
Respons Nabi Ismail AS menjadi salah satu bagian paling menyentuh dalam kisah nabi ibrahim ini. Dalam ayat yang sama, Ismail menjawab:
"Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar."
Tanpa penolakan dan memikirkan terlebih dahulu, Nabi Ismail mengiyakan perintah tersebut. Kepasrahan total kepada kehendak Allah SWT ini menjadi contoh keimanan bagi umat muslim.
Dalam perjalanan menuju tempat penyembelihan, iblis datang menggoda Nabi Ibrahim agar mengurungkan niatnya. Namun, godaan tersebut ditolak dengan melempar batu sebagai bentuk perlawanan.
Peristiwa ini kemudian menjadi asal-usul ritual lempar jumrah dalam ibadah haji. Sebuah simbol bahwa dalam setiap ketaatan, selalu ada godaan yang harus dilawan.
Ketika Nabi Ibrahim AS telah siap menjalankan perintah tersebut, Allah SWT menunjukkan kuasa-Nya. Dalam Surah As-Saffat ayat 107 disebutkan:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis