Makna dan Jadwal Hari Pagerwesi 2026. (Freepik/tawatchai07) (Mufida)
SULTRA - Dalam kalender keagamaan Hindu, terdapat sejumlah hari suci yang memiliki makna mendalam, tidak hanya sebagai ritual, tetapi juga sebagai pengingat nilai spiritual dalam kehidupan. Salah satu yang cukup penting adalah hari raya Pagerwesi 2026, yang dirayakan oleh umat Hindu sebagai momen memperkuat benteng diri dari pengaruh negatif.
Berdasarkan perhitungan kalender Bali, hari raya Pagerwesi 2026 jatuh pada tanggal 27 Mei 2026. Hari suci ini dirayakan setiap 210 hari sekali, tepatnya pada Rabu Kliwon Wuku Sinta.
Pagerwesi hadir sebagai penutup dari rangkaian hari suci sebelumnya dalam siklus yang sama, menjadikannya memiliki posisi penting dalam kalender umat Hindu.
Baca juga: Menelusuri Tradisi Unik Perayaan Paskah di Kendari yang Penuh Makna
Dalam sistem penanggalan Bali, Pagerwesi tidak berdiri sendiri. Ia merupakan bagian dari rangkaian hari suci yang saling berkaitan, yaitu:
Rangkaian ini menggambarkan perjalanan spiritual manusia, mulai dari memperoleh ilmu hingga memperkuat diri agar mampu menghadapi kehidupan.
Pagerwesi sering dipahami sebagai puncak dari proses spiritual yang dimulai dari Hari Raya Saraswati. Jika Saraswati melambangkan ilmu pengetahuan, maka Pagerwesi menjadi simbol perlindungan terhadap ilmu tersebut agar tidak disalahgunakan.
Sementara Soma Ribek dan Sabuh Mas menjadi tahap perantara yang menekankan keseimbangan antara materi dan spiritualitas. Dengan demikian, Pagerwesi tidak berdiri sebagai ritual tunggal, melainkan bagian dari siklus pembentukan karakter spiritual yang utuh.
Pada hari raya Pagerwesi 2026, umat Hindu memuja Sang Hyang Pramesti Guru, yang dipercaya sebagai manifestasi Tuhan sebagai pelindung alam semesta.
Makna utama dari pemujaan ini adalah memperkuat diri dari gangguan negatif, baik secara lahir maupun batin. Kata “Pagerwesi” sendiri berasal dari dua kata, yaitu “pager” yang berarti pagar atau pelindung, dan “wesi” yang berarti besi, menggambarkan benteng diri yang kuat dan kokoh.
Seperti perayaan Hindu lainnya, Pagerwesi juga dilengkapi dengan berbagai sarana upakara (persembahan). Beberapa yang umum digunakan antara lain:
Selain itu, umat juga melakukan persembahyangan di pura maupun di rumah masing-masing sebagai bentuk penguatan spiritual pribadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis