Ilustrasi telur paskah. (Freepik/pvproductions) (Mufida)
SULTRA - Paskah di Kendari identik dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain ibadah, banyak keluarga memanfaatkan momen ini untuk berkumpul, saling mengunjungi, dan berbagi makanan. Tidak sedikit juga komunitas gereja yang mengadakan kegiatan sosial, seperti berbagi kepada sesama atau kunjungan ke panti asuhan.
Baca juga: Ini Urutan Hari Paskah dari Minggu Palma hingga Hari Kebangkitan
Seperti di daerah lain, perayaan Paskah di Kendari diawali dengan Pekan Suci yang terdiri dari:
Beberapa gereja besar di Kendari biasanya dipadati jemaat, terutama saat Jumat Agung dan Minggu Paskah.
Salah satu tradisi yang cukup menonjol adalah visualisasi Jalan Salib. Beberapa gereja atau komunitas pemuda menampilkan drama atau teatrikal yang menggambarkan perjalanan Yesus menuju penyaliban.
Kegiatan ini biasanya dilakukan secara terbuka atau semi terbuka, sehingga bisa disaksikan oleh masyarakat luas. Selain sebagai bentuk ibadah, ini juga menjadi media edukasi yang cukup efektif.
Di beberapa wilayah sekitar Kendari, terdapat tradisi pawai obor yang dilakukan pada malam menjelang Paskah. Meski tidak selalu rutin setiap tahun, kegiatan ini menjadi simbol harapan dan cahaya kebangkitan.
Suasana malam yang tenang dipadukan dengan cahaya obor menciptakan nuansa yang cukup khidmat sekaligus reflektif.
Baca juga: Rekomendasi Film Paskah Terbaik untuk Refleksi Iman
Untuk anak-anak, gereja biasanya mengadakan kegiatan yang lebih ringan seperti lomba atau berburu telur Paskah. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan makna Paskah dengan cara yang menyenangkan. Meski terlihat sederhana, aktivitas ini menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman spiritual sejak usia dini.
Tradisi perayaan paskah di kendari memperlihatkan perpaduan antara ibadah yang khidmat dan budaya kebersamaan yang kuat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis