Ilustrasi nelayan. (Freepik/alexeyzhilkin) (Mufida)
SULTRA - Di negara kepulauan seperti Indonesia, laut bukan sekadar pemandangan, tapi sumber kehidupan. Ironisnya, profesi yang paling dekat dengan laut justru sering luput dari perhatian. Padahal tanpa mereka, rantai pasok pangan laut bisa berantakan. Itulah kenapa peringatan hari nelayan Indonesia menjadi penting, bukan hanya sebagai seremonial, tapi sebagai pengingat bahwa ada peran besar yang sering dianggap biasa saja.
Peringatan hari nelayan Indonesia setiap tanggal 6 April berawal dari tradisi masyarakat nelayan di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, sejak tahun 1960-an. Saat itu, nelayan menggelar acara syukuran sebagai bentuk rasa terima kasih atas hasil laut yang mereka peroleh.
Tradisi ini kemudian berkembang dan dikenal secara nasional sebagai Hari Nelayan. Meski tidak selalu masuk dalam daftar hari libur resmi, peringatan ini tetap memiliki nilai historis dan kultural yang kuat.
Baca juga: Presiden Prabowo Dijadwalkan Resmikan Kampung Nelayan Merah Putih di Soropia
Hari Nelayan Indonesia diperingati untuk mengapresiasi peran nelayan di Indonesia. Adapun tujuan yang lebih dalam, yaitu:
Sebagai Nelayan memiliki posisi penting dalam sistem pangan nasional. Mereka menjadi garda terdepan dalam:
Indonesia sebagai negara maritim jelas sangat bergantung pada sektor ini. Namun, kontribusi besar ini sering tidak sebanding dengan kondisi kehidupan nelayan yang masih menghadapi banyak keterbatasan.
Hari Nelayan biasanya diperingati dengan upacara adat dan larung sesaji sebagai bentuk rasa syukur. Biasanya, pemerintah juga memperingati dengan acara besar seperti Festival laut yang melibatkan masyarakat pesisir dan kegiatan sosial seperti pembagian bantuan untuk nelayan.
Beberapa daerah bahkan menjadikannya sebagai agenda wisata budaya, yang sekaligus menarik perhatian publik terhadap kehidupan nelayan.
Baca juga: Festival Perempuan Bajo 2025: Merayakan Tradisi, Laut, dan Kehidupan di Desa Mola Nelayan Bhakti
Peringatan Hari Nelayan menjadi momen untuk mengingat kembali bahwa ada realitas yang tidak bisa diabaikan. Kondisi kesejahteraan nelayan di Indonesia masih menjadi tantangan bagi pemerintah. Nelayan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti:
Karena itu, Hari Nelayan seharusnya tidak berhenti di perayaan, tapi juga menjadi momentum evaluasi dan perbaikan kebijakan. Harapan kesejahteraan nelayan menjadi cita-cita bagi masyarakat maritim Indonesia, khususnya di Hari Nelayan Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis