Ilustrasi hari kartini. (AI Generated) (Mufida)
SULTRA - Setiap tanggal 21 April, sekolah di seluruh Indonesia merayakan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dengan berbagai kegiatan kreatif. Salah satu yang paling dinanti tentu saja adalah lomba. Namun, memilih ide lomba Hari Kartini di sekolah yang tidak sekadar seru, tetapi juga bermakna, sering kali menjadi tantangan tersendiri.
Baca juga: Selain Uang, Ini 10 Ide Kreatif THR Anak yang Edukatif dan Tak Terlupakan
Untuk anak usia dini, lomba sebaiknya bersifat menyenangkan sekaligus melatih keberanian tampil. Beberapa ide yang bisa diterapkan antara lain:
Untuk jenjang SMP dan SMA karena sudah termasuk ke jenjang lebih tinggi, lomba bisa dibuat lebih reflektif dan menantang. Di level ini, siswa diajak tidak hanya tampil, tetapi juga berpikir kritis tentang isu sosial yang masih relevan hingga sekarang. Beberapa ide yang relevan:
Salah satu ide lomba yang sederhana tapi kuat secara makna adalah menulis surat. Siswa bisa diminta menulis surat kepada Kartini, atau bahkan kepada diri mereka sendiri sebagai “Kartini masa kini”. Hari Kartini bercerita tentang perjuangan perempuan sehingga beberapa tema yang bisa diangkat antara lain:
Lomba fashion show hampir selalu ada tiap perayaan Kartini. Kebanyakan peserta pasti mengenakan pakaian kebaya terbaiknya. Supaya lebih bermakna dan bukan cuma jalan di panggung, tapi juga belajar menghargai budaya bisa ditambahkan unsur edukasi, seperti:
Lomba memasak sering dianggap sulit untuk anak sekolah. Padahal lomba ini bisa melatih kreativitas, kerja tim, hingga kemandirian siswa. Beberapa konsep yang bisa digunakan adalah memasak makanan tradisional daerah dan kompetisi plating (penyajian makanan). Peserta juga bisa terdiri dari tim campuran laki-laki dan perempuan untuk menekankan kesetaraan.
Hari Kartini perlu dirayakan dengan seru dan bermakna agar perayaannya memberikan kesan kuat bagi siswa sekolah. Kaitkan lomba dengan nilai perjuangan Kartini, beri ruang refleksi, bukan hanya kompetisi, serta libatkan siswa dalam perencanaan kegiatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis