Ilustrasi telur paskah. (AI Generated) (Mufida)
SULTRA - Perayaan Paskah sering kali dianggap sebagai satu tradisi yang sama, padahal dalam praktiknya terdapat perbedaan mendasar antara paskah yahudi dan paskah kristen. Keduanya memang memiliki akar sejarah yang saling berkaitan, namun berkembang dalam konteks teologis dan tradisi yang berbeda. Pemahaman mengenai perbedaan ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam melihat makna dari masing-masing perayaan.
Baca juga: Kapan Hari Paskah 2026 dan Alasan Kenapa Tanggal Perayaannya Selalu Berubah
Paskah Yahudi, atau yang dikenal sebagai Pesakh, merupakan salah satu hari raya penting dalam agama Yahudi. Perayaan ini memperingati peristiwa keluarnya bangsa Israel dari perbudakan di Mesir, sebagaimana diceritakan dalam kitab Taurat.
Pesakh menjadi simbol kebebasan dan penyelamatan oleh Tuhan terhadap umat-Nya. Dalam perayaannya, terdapat ritual makan malam khusus yang disebut Seder, di mana setiap makanan memiliki makna simbolis, seperti:
Berbeda dengan Pesakh, Paskah dalam tradisi Kristen berfokus pada kebangkitan Yesus Kristus setelah penyaliban-Nya. Perayaan ini menjadi inti dari iman Kristen, karena melambangkan kemenangan atas dosa dan kematian.
Paskah Kristen tidak hanya diperingati dalam satu hari, tetapi melalui rangkaian Pekan Suci, mulai dari Minggu Palma, Kamis Putih, dan Jumat Agung, hingga puncaknya pada Minggu Paskah. Makna utamanya adalah harapan baru, keselamatan, dan kehidupan kekal bagi umat manusia.
Salah satu perbedaan paling terlihat antara paskah yahudi dan paskah kristen terletak pada simbol dan cara perayaannya.
Dalam Pesakh, perayaan fokus pada makanan simbolis dalam ritual Seder, menekankan sejarah pembebasan fisik bangsa Israel, serta tidak berkaitan dengan figur Yesus.
Sedangkan dalam Paskah Kristen menggunakan simbol seperti telur dan kelinci yang melambangkan kehidupan baru. Lalu, ibadah gereja dan refleksi iman menjadi pusat perayaan serta perayaan berfokus pada kebangkitan Yesus sebagai inti kepercayaan.
Baca juga: Kenapa Paskah Identik dengan Telur? Ini Sejarah dan Makna yang Jarang Dibahas
Perbedaan teologis paling mendasar terletak pada pandangan terhadap Yesus Kristus. Dalam agama Yahudi, Yesus tidak diakui sebagai Mesias atau Tuhan, Paskah tidak memiliki kaitan dengan kisah Yesus.
Sementara dalam agama Kristen, Yesus diyakini sebagai Mesias dan Anak Tuhan, kebangkitan-Nya menjadi inti perayaan Paskah. Perbedaan ini menjadi garis pemisah utama dalam pemaknaan kedua perayaan tersebut.
Meskipun memiliki akar sejarah yang saling berkaitan, paskah yahudi dan paskah kristen berkembang dengan makna dan tujuan yang berbeda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis