Jadwal perayaan imlek di Sulawesi Tenggara. (Freepik) (Mufida)
SULTRA - Masyarakat Tionghoa di Sulawesi Tenggara setiap tahunnya merayakan Tahun Baru Imlek dengan berbagai rangkaian kegiatan budaya dan keagamaan. Jadwal perayaan Imlek di di Sultra umumnya mencakup ibadah di klenteng, pertunjukan seni tradisional, hingga perayaan terbuka yang bisa disaksikan masyarakat umum. Meski tidak selalu berskala besar, perayaan Imlek di Sultra tetap memiliki ciri khas lokal yang menarik, terutama di daerah dengan komunitas Tionghoa yang aktif.
Perayaan Imlek mengikuti kalender lunar Tionghoa dan jatuh pada tanggal 1 bulan pertama penanggalan Imlek. Di Indonesia, Tahun Baru Imlek telah ditetapkan sebagai hari libur nasional, sehingga kegiatan ibadah dan perayaan budaya dapat berlangsung lebih leluasa. Rangkaian perayaan tidak hanya berlangsung satu hari, tetapi berlanjut hingga hari ke-15 yang dikenal sebagai Cap Go Meh.
Baca juga: 5 Vihara di Kendari yang Menyimpan Jejak Sejarah dan Toleransi
Secara umum, jadwal perayaan Imlek di Sultra terbagi dalam beberapa tahapan dan tanggal detail biasanya diumumkan oleh pengurus klenteng atau panitia perayaan setempat.
Di beberapa daerah di Sultra, Imlek diramaikan dengan pertunjukan barongsai dan liong, bazar kuliner khas Tionghoa, atraksi seni budaya terbuka, dan kegiatan sosial dan doa lintas komunitas. Kegiatan ini sering digelar secara terbatas namun terbuka untuk umum, terutama di wilayah perkotaan.
4. Lokasi Pusat Perayaan Imlek di Sultra
Beberapa lokasi yang biasanya menjadi pusat perayaan Imlek antara lain:
Di lokasi-lokasi ini, masyarakat dapat menyaksikan langsung tradisi Imlek secara lebih dekat.
Baca juga: Mengenal Makanan Khas Imlek, dari Makna Simbolik hingga Favorit di Sultra
Tradisi Imlek di Indonesia umumnya sama di berbagai daerah, termasuk di Sulawesi Tenggara. Beberapa komunitas juga menggabungkan unsur budaya lokal dalam perayaan, menciptakan nuansa yang khas Sulawesi Tenggara. Beberapa kegiatan umumnya antara lain:
Cap Go Meh dirayakan 15 hari setelah Tahun Baru Imlek dan menjadi penutup rangkaian perayaan. Di Sultra, Cap Go Meh biasanya diisi dengan doa penutup di klenteng, pertunjukan barongsai terakhir, dan acara kebersamaan komunitas. Meski tidak selalu besar, Cap Go Meh tetap menjadi momen penting bagi masyarakat Tionghoa setempat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis