Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 21:21 WIB

5 Vihara di Kendari yang Menyimpan Jejak Sejarah dan Toleransi

5 Vihara di Kendari yang Menyimpan Jejak Sejarah dan ToleransiIlustrasi Vihara. (Freepik/jcomp) (Mufida)

SULTRA - Vihara di Kendari menjadi bagian penting dari lanskap keberagaman Kota Kendari. Keberadaannya tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah umat Buddha dan Konghucu, tetapi juga sebagai penanda sejarah hadirnya komunitas Tionghoa di Sulawesi Tenggara. Meski jumlahnya tidak banyak, vihara memiliki peran sosial dan budaya yang cukup kuat, terutama saat perayaan Imlek dan Waisak.

Berikut beberapa vihara di Kendari yang dikenal masyarakat dan memiliki nilai historis maupun sosial.

1. Vihara Dharma Guna Kendari

Vihara Dharma Guna merupakan salah satu vihara yang paling dikenal di Kota Kendari. Lokasinya cukup strategis dan mudah diakses, sehingga sering menjadi pusat kegiatan keagamaan umat Buddha. Selain sebagai tempat ibadah, vihara ini juga kerap menjadi lokasi kegiatan sosial dan perayaan hari besar keagamaan.

Baca juga: 4 Makna Pantangan Imlek yang Masih Dipercaya Hingga Kini

2. Vihara Avalokitesvara Kendari

Vihara Avalokitesvara dikenal dengan nuansa arsitektur khas dan suasana yang relatif tenang. Vihara ini sering digunakan untuk meditasi dan ritual keagamaan tertentu. Keberadaannya mencerminkan keberlanjutan tradisi keagamaan di tengah perkembangan kota.

3. Vihara Buddha Dharma Kendari

Vihara Buddha Dharma menjadi salah satu ruang ibadah yang berperan menjaga tradisi keagamaan umat Buddha di Kendari. Pada momen tertentu seperti Waisak, vihara ini terbuka untuk umum, sehingga masyarakat non-umat juga dapat mengenal tradisi yang dijalankan.

4. Vihara Tri Dharma di Kendari

Vihara Tri Dharma biasanya digunakan oleh umat yang menjalankan ajaran Buddha, Tao, dan Konghucu secara berdampingan. Konsep ini mencerminkan akulturasi budaya Tionghoa yang telah lama berkembang di Indonesia, termasuk di Sulawesi Tenggara.

5. Vihara sebagai Ruang Sosial dan Budaya

Selain nama-nama vihara yang ada, secara umum vihara di Kendari juga berfungsi sebagai ruang sosial. Banyak kegiatan kemasyarakatan, bakti sosial, hingga perayaan budaya dilakukan dengan melibatkan warga sekitar tanpa memandang latar belakang agama.

Baca juga: Mengenal Shio, Simbol, dan Kepercayaan Pada Perayaan Imlek di Sultra

Keberadaan vihara di Kendari menunjukkan bahwa kota ini tumbuh dengan nilai toleransi yang kuat. Vihara bukan sekadar tempat ibadah tertutup, melainkan ruang budaya yang hidup dan berdampingan dengan masyarakat sekitar.

Bagi warga lokal maupun pendatang, mengenal vihara di Kendari bukan hanya soal agama, tetapi juga memahami sejarah, keberagaman, dan cara masyarakat Sulawesi Tenggara menjaga harmoni hingga hari ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riset Penulis

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

5 Vihara di Kendari yang Menyimpan Jejak Sejarah dan Toleransi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!