Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 05 JANUARI 2026 • 11:30 WIB

Kosakata Bahasa Indonesia yang Telah Resmi di KBBI namun Masih Jarang Diketahui

Kosakata Bahasa Indonesia yang Telah Resmi di KBBI namun Masih Jarang DiketahuiIlustrasi kamus. (Freepik) (Mufida)

SULTRA - Perkembangan bahasa Indonesia berlangsung secara dinamis seiring perubahan sosial, teknologi, dan budaya. Salah satu wujudnya adalah penambahan serta pemutakhiran kosakata dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Namun, tidak semua kata yang telah diresmikan dikenal luas atau digunakan secara konsisten oleh masyarakat.

Salah satu contoh terbaru yang menarik perhatian adalah kapitil, yang secara resmi tercatat sebagai antonim dari kapital. Jika kapital merujuk pada huruf besar, maka kapitil berarti huruf kecil. Istilah ini sering digunakan dalam kajian linguistik dan tipografi, tetapi belum banyak diketahui di luar kalangan akademik.

Baca juga: Pulau Muna Makin Dekat ke Makassar, Rute Penerbangan Langsung Sugimanuru Resmi Dibuka

Selain kapitil, terdapat sejumlah kosakata lain yang telah lama masuk KBBI, namun masih kerap dianggap tidak baku atau asing oleh penutur bahasa Indonesia:

Swafoto
Merupakan padanan resmi dari kata selfie. Istilah ini dibentuk melalui proses penyerapan dan penyesuaian kaidah bahasa Indonesia.

Gawai
Digunakan sebagai padanan kata gadget. Kata ini merujuk pada perangkat elektronik berukuran kecil yang memiliki fungsi praktis.

Daring dan Luring
Akronim dari dalam jaringan dan luar jaringan. Kedua istilah ini banyak digunakan dalam konteks pendidikan dan administrasi sejak pandemi, dan telah diakui secara resmi.

Pranala
Padanan dari tautan atau link, umum digunakan dalam konteks teknologi informasi dan penulisan ilmiah.

Tetikus
Istilah baku untuk mouse komputer. Walaupun jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari, kata ini tercantum dalam KBBI.

Narahubung
Padanan dari contact person. Istilah ini lazim digunakan dalam pengumuman resmi dan dokumen kelembagaan.

Baca juga: Sultra Kokohkan Identitas Lewat Bahasa Daerah, Ratusan Kosakata Masuk KBBI, Terbanyak dari Muna

Keberadaan kosakata tersebut menunjukkan bahwa bahasa Indonesia terus beradaptasi untuk menjawab kebutuhan zaman. Rendahnya tingkat penggunaan bukan menandakan ketidaksahan kata, melainkan kurangnya sosialisasi dan kebiasaan penutur

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: KBBI

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kosakata Bahasa Indonesia yang Telah Resmi di KBBI namun Masih Jarang Diketahui

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!