SULTRA - Informasi mengenai jadwal keberangkatan haji 2026 menjadi hal yang paling dinanti oleh calon jemaah, khususnya di Sulawesi Tenggara. Selain menyangkut kesiapan spiritual, jadwal ini juga berkaitan langsung dengan aspek teknis seperti keberangkatan kloter, waktu masuk asrama haji, hingga kepulangan ke Tanah Air.
Baca juga: Pemerintah Tetapkan Biaya Haji 2026, Embarkasi Tampilkan Variasi Besaran Bipih
Rincian Pembagian Kloter Embarkasi Sulawesi Tenggara 2026
Calon jemaah haji asal Sulawesi Tenggara umumnya tergabung dalam embarkasi Makassar. Dalam pelaksanaannya, jemaah akan dibagi ke dalam beberapa kelompok terbang (kloter) yang disesuaikan dengan kuota dan jadwal nasional dari Kementerian Agama.
Setiap kloter terdiri dari jemaah dari beberapa kabupaten/kota di Sultra. Pembagian ini bertujuan untuk mempermudah koordinasi selama proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.
Penetapan kloter biasanya diumumkan secara resmi melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara dan masing-masing kabupaten/kota.
Jadwal Lengkap Masuk Asrama Haji dan Waktu Keberangkatan
Sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci, seluruh jemaah wajib masuk ke asrama haji sesuai jadwal yang telah ditentukan. Masa tinggal di asrama biasanya berlangsung sekitar 1 hari untuk proses pemeriksaan kesehatan, kelengkapan dokumen, serta pembekalan akhir.
Secara umum, alur jadwalnya sebagai berikut.
Pada 21 April 2026 (4 Dzulqaidah 1447 H), jemaah mulai masuk asrama haji sebagai tahap awal persiapan. Ini bukan formalitas, tapi momen penting sebelum benar-benar berangkat ke Tanah Suci.
Selanjutnya, pemberangkatan dilakukan dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 22 April hingga 6 Mei 2026, dengan tujuan langsung ke Madinah. Setelah itu, jemaah akan melanjutkan perjalanan ke Makkah pada 1 hingga 15 Mei 2026.
Gelombang kedua dimulai pada 7 hingga 21 Mei 2026, dengan tujuan Jeddah. Tanggal 21 Mei 2026 juga menjadi batas akhir keberangkatan, atau yang sering disebut sebagai closing date, yang ditutup tepat pukul 24.00 waktu Arab Saudi.
Baca juga: Sultra Siap Jadi Tuan Rumah STQH Nasional 2025, Gubernur Dorong Pembangunan Embarkasi Haji Sendiri
Panduan Dokumen Wajib yang Harus Dibawa Calon Jemaah
Calon jemaah wajib memastikan dokumen berikut lengkap:
- Paspor haji
- Visa haji
- Kartu identitas (KTP)
- Buku kesehatan jemaah haji
- Bukti pelunasan biaya haji
- Tiket dan dokumen perjalanan lainnya
Semua dokumen harus disimpan dalam satu tas khusus yang mudah diakses. Kehilangan satu saja bisa membuat proses keberangkatan tertunda.
Estimasi Jadwal Kepulangan Jemaah ke Tanah Air
Puncak ibadah haji berlangsung pada akhir Mei. 26 Mei 2026 (9 Dzulhijjah) adalah waktu pelaksanaan wukuf di Arafah, yang menjadi inti dari ibadah haji. Sehari setelahnya, 27 Mei 2026, jatuh pada Hari Raya Idul Adha, diikuti dengan Hari Tasyrik pada 27 hingga 29 Mei 2026.
Setelah semua rangkaian ibadah selesai, proses pemulangan dimulai. Gelombang pertama kembali ke Indonesia pada 1 hingga 15 Juni 2026, sementara gelombang kedua berlangsung pada 7 hingga 30 Juni 2026. Kedatangan jemaah gelombang kedua bahkan berlanjut hingga 1 Juli 2026, yang juga bertepatan dengan awal tahun baru Hijriyah 1448.
Tips Menjaga Kesehatan Jelang Keberangkatan ke Tanah Suci
Persiapan haji bukan cuma soal koper dan pakaian ihram. Kondisi fisik justru jadi faktor penentu utama. Olahraga termasuk persiapan wajib sebelum berangkat haji.
- Rutin berolahraga ringan seperti jalan kaki
- Menjaga pola makan sehat
- Istirahat cukup
- Melakukan vaksinasi sesuai anjuran
- Menghindari aktivitas yang berisiko menurunkan kondisi tubuh
Ibadah haji membutuhkan stamina yang tidak main-main. Jadi, kalau masih menganggap ini seperti liburan biasa, sebaiknya pikir ulang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemenag