Senin, 29 DESEMBER 2025 • 08:16 WIB

Nama di PDDIKTI Diganti Orang Lain, Alumni UHO Diduga Kehilangan Identitas Akademiknya

Author

Unggahan Ayu Amanda di Tiktok mengenai stambuknya yang justru ditimpa nama orang lain. (Tiktok/amanda_ay09) (Mufida)

SULTRA - Bagi Ayu Amanda, gelar sarjana bukan sekadar selembar kertas. Ijazah adalah hasil empat tahun kuliah, keringat orang tua, dan tiket masuk ke dunia kerja. Namun semua itu runtuh ketika namanya tidak lagi tercatat sebagai dirinya sendiri di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).

Alumni Universitas Halu Oleo (UHO) jurusan Teknik Sipil angkatan 2017 itu mendapati data akademiknya berubah. Nama dan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) yang seharusnya melekat padanya justru tercantum atas nama orang lain bernama Basri. Masalah ini mencuat ke publik setelah Ayu mengunggah serangkaian video di TikTok. Ayu membuat beberapa video mengenai kejadian ini dengan nada marah, frustrasi, dan terluka. Pasalnya, ketika ia melamar pekerjaan, perusahaan mempertanyakan keabsahan ijazahnya karena data kelulusannya tidak terdaftar di PDDIKTI.

Baca juga: Wisuda Tak Lagi Musiman, UHO Buka Pendaftaran Sepanjang Tahun

Dalam sistem ketenagakerjaan hari ini, ijazah tanpa PDDIKTI sama artinya dengan tidak pernah kuliah. Akibatnya, Ayu terpaksa bekerja tanpa mengandalkan ijazahnya sendiri. Ia bertahan menggunakan lisensi keahlian, bukan gelar sarjana yang diperjuangkannya selama empat tahun. 

Baca juga: Mahasiswa Profesi Apoteker UHO Turun ke Sekolah, Dorong Literasi Bahaya NAPZA di Konawe Selatan

Terus ijazahku yang lumpuh itu gimana nasibnya? Keringat orang tuaku untuk mendapatkannya, sampai kapan itu akan terus lumpuh,” tulis Ayu dalam salah satu unggahannya.

Ayu secara terbuka mempertanyakan legalitas dan integritas Kemendikti serta Universitas Halu Oleo, terutama dalam konteks dugaan jual beli ijazah. Hingga artikel ini ditulis, belum ada klarifikasi langsung dari pihak Universitas Halu Oleo. Tidak ada penjelasan resmi, tidak ada konferensi pers, tidak ada pernyataan tanggung jawab. Sementara video Ayu telah ditonton lebih dari 900 ribu kali.

Di titik ini, persoalan Ayu Amanda tidak lagi bersifat personal. Ini telah berubah menjadi krisis kepercayaan publik terhadap kampus dan negara. PDDIKTI bukan arsip pribadi kampus, melainkan sistem nasional yang menentukan masa depan jutaan mahasiswa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara Langsung

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU