Jumat, 21 NOVEMBER 2025 • 21:08 WIB

Peralatan Pemantau Gempa di Wakatobi Raib

Author

Ilustrasi panel surya pendukung peringatan dini tsunami di Wakatobi. (Freepik/pvproductions) (Mufida)

SULTRA - Perangkat penting pendukung sistem peringatan dini tsunami di Wakatobi kembali menjadi sasaran pencurian. Komponen utama pada Shelter InaTEWS yang berada di area Kantor BKKBN Wangi-Wangi dilaporkan hilang pada Kamis, 20 November 2025. Tiga panel surya yang berfungsi sebagai sumber daya bagi pengiriman data gempa secara terus-menerus dicopot tanpa jejak.

Ketiadaan komponen ini menempatkan wilayah Sulawesi Tenggara dalam kondisi rentan, mengingat daerah tersebut merupakan zona aktif secara seismik. Data BMKG menunjukkan, hingga Oktober 2025, lebih dari 1.400 gempa tercatat di wilayah ini, dan lebih dari seratus di antaranya dirasakan langsung oleh masyarakat. Dengan hanya satu sensor seismograf aktif di Wakatobi, kerusakan atau kehilangan komponen teknis langsung berimbas pada terhentinya pemantauan.

Baca juga: Panduan Membaca Informasi Cuaca Laut dari BMKG Sebelum Berlayar

Kepala Stasiun Geofisika Kelas IV Kendari, Rudin, menjelaskan bahwa hilangnya panel surya tersebut memengaruhi kemampuan sistem dalam mengirimkan data secara real time. Menurutnya, perangkat tidak dapat berfungsi tanpa pasokan listrik yang stabil, sehingga gangguan data bisa menyebabkan keterlambatan penyampaian informasi gempa kepada publik.

Ia menambahkan bahwa proses penggantian panel tidak dapat dilakukan secara cepat karena harus melalui tahapan pengajuan dan pengadaan yang memerlukan waktu. Sementara itu, alat pemantauan harus tetap aktif karena Sulawesi Tenggara merupakan salah satu wilayah yang memiliki risiko gempa cukup tinggi.

Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem: Ini Daftar Lokasi Rawan Badai di Kolaka dan Sekitarnya

Kasus pencurian perangkat BMKG seperti ini sebenarnya bukan kejadian baru. Sejak 2015, beberapa insiden serupa muncul di berbagai daerah. Pada awal 2025, perangkat monitoring gempa dan tsunami di Sidrap, Sulawesi Selatan, juga sempat dicuri dan dirusak. Kejadian di Wakatobi menambah daftar panjang kerusakan fasilitas pemantauan yang berfungsi untuk keselamatan publik.

Rudin mengajak pemerintah daerah dan masyarakat untuk lebih memperhatikan keberadaan perangkat pemantau gempa yang tersebar di berbagai titik, mengingat pentingnya alat tersebut dalam upaya mitigasi bencana.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BMKG, Facebook

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU