Kamis, 16 OKTOBER 2025 • 17:39 WIB

Terik Tak Biasa di Sultra, BMKG: Siang Lebih Panjang, Tubuh Butuh Lebih Banyak Air

Author

Ilustrasi cuaca terik di Sultra. (Freepik/lifeforstock) (Mufida)

SULTRA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa suhu udara di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) mencapai 32 derajat Celsius pada siang hari. Kondisi panas ini, menurut Kepala Stasiun Maritim BMKG Sultra Sugeng Widarko, berpotensi menyebabkan dehidrasi bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Baca juga: Siang Panas, Malam Dingin: Warga Kendari Diminta Jaga Daya Tahan Tubuh

Ia menjelaskan bahwa suhu tinggi tersebut dipicu oleh puncak musim kemarau yang umumnya terjadi pada bulan Oktober. Selain itu, posisi gerak semu matahari yang berada di selatan ekuator membuat wilayah Indonesia bagian selatan menerima radiasi panas lebih intens.

“Sekarang siang hari lebih panjang daripada malam, sehingga energi panas dari matahari lebih banyak diterima permukaan bumi,” jelasnya.

Sugeng menambahkan, tingkat kelembapan udara (RH) yang relatif rendah, berada di kisaran 60 persen atau bahkan kurang, turut memperkuat sensasi panas. Vegetasi di setiap daerah juga memengaruhi suhu setempat, di mana wilayah dengan tutupan hijau yang minim cenderung terasa lebih menyengat.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga asupan cairan tubuh, menghindari paparan langsung sinar matahari terlalu lama, dan menggunakan pelindung seperti topi atau payung saat beraktivitas di luar ruangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BMKG

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU