Cuaca hujan awal Juli di Kendari didominasi hujan dan badai petir (freepik)
SULTRA - Memasuki awal Juli, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap cuaca ekstrem. BMKG mencatat bahwa di beberapa wilayah di Indonesia terjadi hujan dengan intensitas hebat (50-100 mm/hari) hingga sangat lebar (100-150 mm/hari).
Salah satu wilayah yang dilanda hujan lebat sejak dua pekan terakhir adalah kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Berdasarkan prakiraan dari Google Weather dan data terkini dari situs cuaca global, wilayah Kendari akan didominasi hujan disertai badai petir selama sepekan ke depan.
Hari ini, Selasa (1/7/2025), cuaca diperkirakan berawan dengan potensi badai petir di beberapa wilayah. Suhu tertinggi mencapai 28°C, sementara suhu terendah berada di kisaran 24°C. Kelembaban udara yang tinggi membuat cuaca terasa lebih panas dan lembab dari biasanya.
Baca juga: Kejari Kendari Tetapkan Tersangka Korupsi PT Pos: Negara Merugi Rp 5 Miliar
Cuaca serupa diperkirakan berlanjut hingga Senin (7/7/2025), dengan intensitas hujan dan badai petir yang bervariasi. Suhu maksimum harian berkisar antara 29–30°C, dan suhu minimum tetap stabil di angka 24–25°C. Pada Minggu (6/7/2025), suhu tertinggi diprediksi menyentuh 29°C, dengan kemungkinan badai petir di beberapa bagian kota. Berikut prakiraan cuaca lebih lengkap selama sepekan ke depan:
1 Juli 2025(Selasa): Hujan disertai badai petir di beberapa wilayah; suhu tertinggi 28 °C, terendah 24 °C.
2 Juli 2025 (Rabu): Badai petir kemungkinan tinggi, suhu ekstrem 29 °C/24 °C.
3–5 Juli 2025: Sempat hujan ringan beberapa saat, diselingi badai petir, suhu antara 29–30 °C.
6 Juli 2025 (Minggu): Masih berpotensi badai petir, suhu maksimum mencapai 29 °C.
7 Juli 2025 (Senin): Hujan dan badai petir sesekali, suhu naik ke 30 °C pada siang hari
Baca juga: Geger! Anggota DPRD Termuda Kendari, Fadhal Rahmat, Terekam Ngevape saat Rapat
Menurut data dari WeatherSpark dan Weather2Travel, bulan Juli memang masih berada dalam periode peralihan musim di Kendari, di mana curah hujan cukup tinggi. Juni lalu tercatat bahwa Kendari mengalami rata-rata 18 hari hujan dalam sebulan, dan pola serupa tampaknya akan berlanjut di awal Juli.
Cuaca ekstrem ini telah berdampak pada berbagai wilayah di kota Kendari, salah satunya daerah Kali Wanggu yang mengalami banjir. Kali Wanggu kerap menjadi langganan terdampak banjir setiap tahun selama musim hujan dikarenakan sungai yang meluap. Oleh karena itu, warga diimbau untuk waspada dan menjaga kesehatan selama musim hujan ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BMKG