Minggu, 03 AGUSTUS 2025 • 12:06 WIB

Terjebak di Rumah yang Terkunci, Pemuda Disabilitas Meninggal Dunia dalam Kebakaran di Kolaka

Author

Kebakaran sebuah rumah terjadi di Kolaka, 1 korban tewas merupakan penyandang disabilitas. (Freepik) (Mufida)

SULTRA - Sabtu pagi di Dusun IV Lakuiya, Desa Ulu Konaweha, suara ledakan memecah ketenangan kampung. Asap tebal terlihat menjulang dari rumah panggung sederhana milik SUB (51), seorang ibu yang baru saja meninggalkan rumahnya untuk bekerja di kebun tak jauh dari sana. Di dalam rumah itu, S (21), anak laki-lakinya yang merupakan penyandang disabilitas dengan gangguan mental dan tidak dapat berbicara, terjebak sendirian.

Sebelum beranjak ke kebun sekitar pukul 07.30 WITA, SUB sempat memasak nasi dengan rice cooker, lalu mengunci pintu rumah dari luar, tindakan yang ia anggap perlu demi menjaga anaknya agar tak keluar tanpa pengawasan. Tak disangka, keputusan itu justru mengunci anaknya dalam bahaya yang lebih besar.

Baca juga: Pemkot Kendari Bekali ASN dengan Simulasi Tanggap Kebakaran

Sekitar pukul 09.00 WITA, dentuman keras dari arah dapur terdengar. SUB yang sedang di kebun langsung panik. Ia berlari kembali ke rumah hanya untuk menemukan api mulai melahap habis bangunan kayu berukuran 5 x 12 meter itu.

Seorang warga, Budiman, yang lebih dulu melihat kobaran api, sempat berteriak meminta bantuan. Namun letak rumah yang terpencil memperlambat respons warga lain. Upaya pemadaman dilakukan dengan alat seadanya, ember dan air dari sumber terdekat. Api baru bisa dijinakkan satu jam kemudian, tetapi semuanya sudah terlambat. S ditemukan tak bernyawa di dalam rumah yang sudah nyaris rata dengan tanah.

Baca juga: Rumah & Mobil Ludes Terbakar Saat Ditinggal ke Kebun, Pemda Koltim Gerak Cepat Bantu Korban

Kasat Reskrim Polres Kolaka, Iptu Hastantya Bagas Saputra, membenarkan insiden tersebut. Ia menyatakan bahwa korban tidak berhasil menyelamatkan diri karena pintu terkunci dari luar, sementara api kemungkinan berasal dari korsleting rice cooker yang sedang digunakan.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Kami masih melakukan pendalaman, namun indikasi awal mengarah pada korsleting listrik sebagai penyebab kebakaran,” jelasnya.

Kerugian materiel diperkirakan mencapai Rp150 juta. Kini, polisi telah melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi, dan berkoordinasi dengan Puskesmas Tosiba serta Pemerintah Desa Ulu Konaweha untuk langkah penanganan lanjutan. Kematian S menggugah duka mendalam di komunitas kecil desa tersebut. Warga setempat turut membantu proses evakuasi dan memberikan dukungan kepada sang ibu yang kini kehilangan satu-satunya anaknya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Polres Kolaka

Author

Mufida

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU